Binmas Noken Polri Juga Latih Budidaya Ternak Babi Pada Warga Pegunungan Bintang

OKSIBIL, PapuaSatu.com – Setelah membantu pembuatan kandang untuk spot peternakan babi, dan membantu bibit babi atau babi anakan untuk dipelihara oleh warga, satuan Binmas Noken Polri juga melaksanakan pelatihan Budidaya Ternak Babi kepada warga.

Pelatihan tersebut telah dimulai hari Kamis (01/11/2018)  di aula Mapolres Pegunungan Bintang, yang dihadiri oleh Kasatgas Noken Polri Kombespol Rudi Eko Sudarto, dan Penasehat Ahli Kapolri Profesor Hermawan Sulistiyo, Profesor Kristin.

Selain  itu, juga dihadiri Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Michael  Mumbunan, S.IK, Wakapolres Pegunungan Bintang Kompol Tofan Irdiyanto, S.Sos, Asisten II Kabupaten Pegunungan Bintang Budi Wardaya S, Sos., Perwira Penghubung Kodim 1702 Jayawijaya Mayor Inf. Ardiansyah, Para Perwira Polres Pegunungan Bintang, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Peg. Bintang Ir. Daud Bilanglabi, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Peg. Bintang Kalla Rinto Patoding, Kepala Distrik Oksibil Andreas Tapyor, Masyarakat Kampung Kabiding, Kampung Esipding (Siminbuk), Kampung Balusu dan Kampung Oksingsing.

Kapolres Pegunungan Bintang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat didukung dan merupakan suatu kerinduan bagi masyarakat Pegunungan Bintang .

“Untuk masyarakat agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik guna mengimplementasikan budidaya ternak babi di Kabupaten Pegunungan Bintang,” harap Kapolres.

Di kesempatan sama, Asisten II mengungkapkan terima kasihnya  kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Polri yang telah membimbing masyarakat Pegunungan Bintang dalam beternak yang dapat membantu perekonomian masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kasatgas Binmas Noken dalam arahannya sekaligus membuka kegiatan Binmas Noken mengungkapkan bahwa, kegiatan Binmas Noken sudah dilakukan di 10 daerah Papua dan sudah didatanginya.

“Salah satunya di Pegunungan Bintang dimana tujuan kegiatan ini guna membimbing masyarakat dalam membudidayakan ternak yang cocok di daerah ini sehingga diharapkan agar masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.

Profesor Hermawan Sulistiyo, dalam kesempatan tersebut meminta agar masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan membudidayakan ternak, sehingga dapat berkembang biak jangan hanya tau mengkonsumsi ternak pada saat perang suku saja.[yat]