Bupati Klaim Peredaran Ganja ke Keerom Melalui Jalan Tikus

KEEROM , PapuaSatu.com –  Perbatasan RI-PNG membuat Kabupaten Keerom kerap menjadi jalur penyelundupan narkoba jenis ganja. Bahkan  penyelundupan tidak lagi dilakukan melalui jalur umum, namun kini banyak jalur tikus untuk melakukan peredaran ganja dari Negara tetangga ke kabupaten Keerom.

“ Memang kabupaten Keerom ini kerap menjadi jalur penyebrang Narkotika jenis  daun Ganja kering. Ini susah di ungkap lantaran banyak jalan tikus,”  kata Bupati Keerom, Drs. Celsius Watae, MH kepada wartawan, Senin (6/11/2017).

Menurutnya,  Pemerintah Kabupaten Keerom sangat kesulitan untuk melakukan sosialisasi untuk mengoptimalkan peredaran ganja di wilayahnya karena masyarakat lebih menggunakan  jalan tikus untk melakukan kunjungan kepada keluarga mereka yang tinggal di PNG.

“Jalan yang digunakan untuk hubungan masyarakat yang memang mengunjungi saudaranya disana (PNG). Karena bagaimana pun masyarakat Keerom secara kekeluargaan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka yg di PNG,” ujar Bupati saat ditemui wartawan.

Menurut Bupati, menutup jalan tikus bukanlah perkara yang mudah, selain itu adalah jalan yang sudah dipergunakan selama ini. Selama masyarakat belum tersosialisasikan bahaya tentang narkoba, tentu masuknya ganja akan terus terjadi.

“Saya kira sulit kalau kita mau tindak atau tutup jalan tikus itu. Karena dari dulu mereka sudah hidup dengan kunjungan keluarga ini melalui jalan tikus ini. Kalau pun ditutup bisa buat jalan baru lagi, karena kampung mereka hanya bersebelahan saja,” paparnya.

Langkah optimal yang harus dilakukan, kata Bupati, dengan memberikan penyadaran bahaya narkoba jenis ganja sehingga ketika ada ganja yang akan masuk melalui Keerom dapat dicegah oleh masyarakat maupun aparat keamanan.

“Jadi bukan masalah jalan tikus tapi bagaimana kita mencegah mereka yang disana itu (PNG) maupun mereka disini (Keerom) melalui sosialisasi. Kalau buat mereka yang disana ketika lakukan kunjungan keluarga bilang narkoba tidak boleh masuk ke Keerom. Untuk kita disini harus juga disampaikan, jika mereka diminta membawa ganja harus ditolak karena itu merusak generasi kita,” ucap Bupati.

“Ini peran pemuda untuk mensosialisasikan ini di pintu-pintu perbatasan. Dan saya harapkan semua juga mendukung,” pungkasnya. (Rhy/Abe)