Bupati Watae Ngecek Pembangunan Rumah Transmigrasi di Senggi

2401

Bupati Keerom Drs.Celcius Watae, MH saat mengecek pembangunan rumah transmigrasi di SP 2 Kampung Woslay Distrik Senggi Kab Keerom, Selasa (22/11). Foto : Rahayu/PapuaSatu.com

KEEROM,PapuaSatu.com– Bupati Keerom Drs. Celcius Watae, MH mengecak pembangunan rumah transmigrasi di SP 2 Kampung Woslay Distrik Senggi Kabupaten Keerom, Selasa (22/11).

Hanya saja pembangunan rumah tersebut masih ada beberapa yang belum tuntas , padahal telah berjalan Bulan November 2017.

Bupati Keerom Celcius Watae mengatakan, belum tuntasnya pembangunan 50 unit rumah transmigrasi di SP 2 Kampung Woslay Distrik Senggi karena  dimulainya pembangunan terlambat dilaksanakan, sehingga di beberapa hari ini terus dikejar untuk menyelesaikan sisa pembangunan rumah tersebut, karena  dari batas waktu yang ditetapkan bahwa di tanggal 5 Desember 2017 pembangunan rumah transmigrasi harus tuntas.

Dari 50 unit rumah yang dibangun sebanyak 39 yang telah teratap, sebanyak 11 unit yang belum diatap, sehingga 11 rumah yang belum diatap harus terus dikejar agar bisa tuntas sesuai  waktu yang ditetapkan.

Ia pun berharap sebelum akhir bulan November 11 rumah yang belum teratap dapat diselesaikan dan beberapa dinding yang belum dipasang diselesaikan, sehingga batas yang ditentukan tidak melampaui batas waktu. “Jika batas waktu lewat pastinya akan mendapatkan sanksi,”ungkap Bupati kepada wartawan disela- sela peninjauan pembangunan rumah transmigrasi di SP 2, Kampung Woslay Distrik Senggi Kabupaten Keerom.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Julito Pereira, S.Sos mengatakan, untuk dana pembangunan 50 unit rumah bebesar 4 Milyar lebih dan ini menggunakan dana shering baik dari Pusat maupun APBD Kabupaten Keerom, Pusat 50 persen dan Kabupaten Keerom juga 50 persen.

“Kami akan kejar kontraktor sesuai dengan kontrak yang ada, masih banyaknya rumah yang belum tuntas karena  mulainya terlambat yaitu starnya pada Bulan Agustus 2017 dan juga penyiapan lahan juga terlambat, sehingga terjadi keterlambatan. Akan tetapi kami akan mengusahakan pekerjaannya sesuai kontrak yang ada,”jelasnya. (rhy/ds)