Di Keerom, Empat Pengedar Ganja Diringkus

736
?

Captions – Kapolres Keerom AKBP Muji Windi Harto, S.IK. SH didampingi Kabag OPS saat menunjukkan barang bukti (BB) ganja yang berhasil diamankan di Polres Keerom, Kamis (2/11).(Rahayu/PapuaSatu.com)

KEEROM, PapuaSatu.com – Rabu (1/11/2017) sekitar pukul 09.00 WIT, lima orang yang diduga pengedar narkotika jenis ganja berhasil diringkus oleh aparat TNI Satgas Pamtas RI- PNG Yonif Para Raider 432 di perumahan kebun 5 PT. Tandan Sawita Papua di wilayah Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Saat penangkapan, satu orang melarika diri, sehingga empat tersangka yang berhasil ditangkap bersama barang bukti (BB) yang selanjutnya diserahkan ke Polres Keerom untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Keempat pengedar narkoba jenis ganja yang berhasil ditanggkap masing- masing TM (20), KR (21), WB (24) dan E (17). Sedangkan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan yaitu ganja kering seberat 700 gram, Ganja siap edar sebanyak 19 bungkus plastik kecil dengan harga jual Rp. 50.000, ganja yang masih ditanam 2 batang,  buah henpen, 1 buah ransel dan uang sebesar Rp. 616.000.

Kapolres Keerom AKBP. Muji Windi Harto, S.IK. SH mengatakan, Keempat tersangka merupakan warga Indonesia, dari wilayah Distrik Web, Kabupaten Keerom.

“Awal mulanya dilakukan penangkapan oleh Satgas Pamtas Yonif PR 432 sebanyak dua orang yang sedang menghisap ganja,” ungkapnya dalam keterangan Persnya di Mapolres Keerom, Kamis (2/11) kemarin.

Lebih lanjut diceritaan,  anggota Satgas pun mememinta kepada kedua peaku untuk menunjukkan asal ganja yang diisapnya.

Kedua orang pelaku pun menunjukkan  TKP di Kebun 5 PT. Tanda Sawita Papua.

“Setelah mengarah kesana ditemukanlah tiga orang pelaku dan barang bukti (BB),” ungkap Kapolres.

Setelah ditemukan barang bukti (BB), anggota Satgas bergerak ke Barak C Kebun 5 PT. Tandan Sawita Papua, namun para pelaku tidak berada ditempat, tetapi ditemukan kembali barang bukti (BB) sejumlah 5 bungkus plastik besar ganja, 1 bungkus plastik kecil dan 1 buah gulungan ganja kering.

“Sementara ini masih dikembangkan, karena saat ditangkap yang pertama sedang menghisap ganja dan bisa saja dikenakan sebagai pemakai. Tetapi yang tiga orang ini yang ditemukan di TKP bisa dikatakan sebagai pengedar atau sekaligus sebagai pemakai. Akan tetapi kasus ini masih dikembangkan,” terangnya.

Untuk pasal yang dikenakan terhadap para pelaku pengedar ganja yaitu Pasal 111 ayat 1 Undang-  Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotikan.

Dikatakan, penangkapan pengedar Ganja tersebut atas kerja sama pihak keplisian dengan TNI dari Satgas Yonif PR 432 yang bertugas di wilayah perbatasan RI- PNG.

Apalagi dari pihak kepolisian sedangkan melakukan operasi pekat, yang salah satu sasarnya adalah peredaran Narkoba jenis Ganja.(rhy/ahmadj)