Dinilai Hina OAP, Kapolri Didesak Periksa Deputi Vennetia Dannes

John N.R. Gobay

“Saya minta Kapolri periksa ibu Vennetia R Denna, karena ini penghinaan bagi kami OAP lebih khusus kami rakyat Papua di Pegunungan,”kata John Gobay.

MANOKWARI, PapuaSatu.com – John Gobay, salah satu Anggota DPR Provinsi Papua mendesak Mabes Polri periksa Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Vennetia R. Dannes Kementrian P3A.

Pasalnya, melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Vennetia R Dannes telah melakukan penghinaan kepada orang asli Papua (OAP) melalui pernyataannya yang dilansir di salah satu media nasional bahwa Tradisi KUR adalah budaya seks bebas usai Menangkan Perang di Pegunungan, Papua.

“KUR itu bahasa apa? Kata ibu ini KUR dalam bahasa pegunungan artinya seks bebas setelah perang. Tidak ada budaya masyarakat gunung seperti yg ibu ini maksudkan. Saya minta Kapolri periksa ibu Vennetia R Denna, karena ini penghinaan bagi kami OAP lebih khusus kami rakyat Papua di Pegunungan,”kata Anggota DPR Provinsi Papua, John Gobay melalui pesan whatsApp, Selasa (19/06/2018).

John Gobay mengatakan, KUR itu Ilaga dan Beoga atau dalam bahasa Amungme KUD yang artinya Itu salam menggunakan jari alias baku jepit jari dan kasih bunyi.

“Jadi Tidak ada kaitan sama seks dengan sks. Saya baru dengar nama kur ini. Sa hanya tahu ada tradisi tukar gelang. Tapi tidak pernah ikut walau diajak ikut. Ini bukti bahwa banyak Orang Jakarta tidak paham tentang Papua,”pungkas John Gobai. [free]