
BIAK, PapuaSatu.com – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Biak Numfor menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal, 1 Desember 2018.
Kegiatan yang diawali jalan santai diikuti oleh Asisten II Setda Kabupaten Biak Numfor Ferry Betay, Kepala Dinas Kesehatan, para mahasiswa/ mahasiswi dari Akademi Keperawatan, SMK Kesehatan dan beberapa komponen masyarakat yang turut serta dalam kegiatan jalan santai yang dimulai jam 06.00 pagi bertempat di Taman Adam Manggara Mandauw.
Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Septherlina Rumbiak mengatakan peringatan Hari AIDS di Kabupaten Biak Numfor dilaksanakan dengan sederhana dan didukung oleh beberapa komponen masyarakat.
Usai jalan santai kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat dan dilanjutkan dengan membagi pita dan stiker seruan AIDS untuk masyarakat agar menjaga diri dan memeriksakan dirinya ke pusat layanan kesehatan. Pembagian Pita dan Stiker ini dibagi dalam dua titik kumpul yakni Perempatan jalan Dolog dan lampu merah di depan Bank Papua.
“Peringatan hari AIDS di Kabupaten Biak Numfor kami Adakan dalam keadaan yang sangat sederhana dan kami boleh lakukan itu tadi jam 06.00 pagi, kami berada di lapangan Adam Manggara Mandauw bersama-sama dengan teman-teman dari Dinas Kesehatan serta Stakeholder lainnya dan juga anak-anak dari SMK Kesehatan, Akademi Keperawatan Biak,” Kata Septherlina
Ia menjelaskan, jumlah pasien HIV Aids di Kabupaten Biak Numfor per Bulan Oktober sebanyak 2.218 kasus yang kebanyakan Pasiennya adalah Perempuan.
Hal tersebut derdasarkan data yang didapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor KPA selaku pengguna data. “Data harus ditekan bagaimana tindak lanjut kita untuk bersama-sama berkoordinasi agar dapat mengatur dan melaksanakan penanggulangan HIV AIDS yang ada di Kabupaten Biak Numfor, sehingga apa yang kita harapkan benar-benar akan dicapai,” ujar Septherlina
Septerlina berharap agar masyarakat mengerti dan mau datang ke layanan kesehatan untuk memeriksakan dirinya. Selain itu dirinya juga berharap adanya tindak lanjut dan koordinasi, sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai sesuai dengan tema yang diusung Tahun 2018 “Ayo mari kita periksa HIV/ AIDS” dengan tema ini diharapkan masyarakat mengerti dan mau datang ke Layanan Kesehatan untuk memeriksakan dirinya.
“generasi kita yang mendatang akan lebih banyak ada dalam kondisi seperti ini. Oleh karena itu, secara pribadi Septerlina mengajak agar kita terus memeriksakan diri dan jangan malu dan takut. “Ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan, mari kita gunakan dengan baik sehingga ke depan kita tidak sama dengan generasi yang lalu tetapi kita akan lebih mampu akan lebih kuat untuk bekerja untuk meneruskan perjuangan pendahulu kita,” tukasnya. [vhie/loy]










