Keracunan Gas, Satu Orang Karyawan PT. Freeport Meninggal Dunia

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Diduga akibat terkena gas beracun, satu orang karawan PT Freeport Indonesia dilaporkan meninggal dunia.

Kasus keracunan yang terjadi  di area Biggossan Level 2640 Cross Cut 21 UnderGround Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, dua orang karyawan PT Freeport mengalami kritis.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, saat dikonfirmasi PapuaSatu.com, Rabu (18/10/2017) mengungkapkan bahwa kasus keracunan tersebut sudah ditangani aparat penyidik di Polres Mimika.

Dijelaskannya, kasus keracunan tersebut terjadi sekitar Pukul 00.20 WIT.

“Kami memperoleh informasi melalui jalur emergency bahwa di area Biggossan Level 2640 Cross Cut 21 Under Ground Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika terdapat 3 (Tiga) orang karyawan PT. FI yang mengalami pingsan dan mengakibatkan 1 (Satu) orang karyawan Meninggal Dunia (MD) dan 2 (Dua) orang karyawan kritis terkena gas beracun,” ungkapnya.

Sesaat kemudian tim ERG, Medis, Safety dan SRM tiba di sekitar lokasi kejadian yang kemudian melakukan evakuasi terhadap tiga orang karyawan yang jatuh pingsan, selanjutnya pihak Rescue dan Crew Ventilasi melakukan pengujian kadar udara di lokasi kejadian dengan tingkat atau kadar gas CO melebihi ambang batas yakni 1500 PPM dimana ambang batas maksimal adalah 25 PPM (karyawan yang berada dilokasi tersebut sudah harus dievakuasi).

“Sekitar ukul 00.40 WIT, tiga orang korban yang merupakan karyawan PT. RUC berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian ke tempat yang aman untuk dilakukan pertolongan pertama,” ceritanya lebih lanjut.

Setelah dilakukan pertolongan terhadap korban selanjutnya tim Medis RS Tembagapura yakni Dokter Reza menyatakan bahwa salah satu korban atas nama Hendri Monardi (50) dinyatakan Meninggal Dunia (MD), sementara 2 (Dua) orang karyawan lainnya masih dalam keadaan kritis.

Dua orang karyawan yang mengalami kritis selanjutnya dibawa ke klinik Ridge Camp Tembagapura untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Pukul 02.35 WIT, area Biggossan seluruh Level 2640 UnderGround di tutup untuk proses investigasi.

“Pukul 03.50 Wit, seluruh area tambang biggossan dinyatakan ditutup sementara sampai adanya informasi area tersebut dinyatakan aman untuk dilakukan aktifitas tambang,” lanjutnya.

Sementara itu, dua korban atas nama Nofi Rizal Fachrudhin S (27) dan Sri Giri Dino Haryanto (38) yang dalam keadaan Kritis langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RS Tembagapura.(ahmadj)