Mantan Caiser PT. PIS Cabang Nimbokrang Diserahkan ke JPU

0
751

Captionn Foto :  Tersangka berininsial NVD saat diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum atas kasus dugaan penggelapan uang hasil pembelian M KIos milik PT.PIS. (Ist/PapuaSatu.com)

SENTANI, PapuaSatu.com – Mantan  Front Liner/Caiser di salah satu perusahaan PT.PIS Cabang Nimbokrang atas kasus dugaan penggelapan, resmi diserahkan ke Jaksa Penunutut Umum Kejaksaan Negeri Jayapura, Senin 19 Maret 2018 siang.

Tersangka yang diketahui berininsial NVD berusia 23 tahun ini diserahkan bersama barang bukti oleh Penyidik Reserse dan Kriminal Polsek Nimbokrang karena Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa berkas perkara tersangka dinyatakan lengkap alias P-21.

“Penyerahan tersangka atau P21 diterima langsung oleh Jaksa Penuntut Umum Asenly Kambuaya SH. Berkasnya sudah dan tersangka dalam kondisi sehat dengan disertai surat keterangan kesehatan dan surat bebas HIV/AIDS,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, Senin (19/3/18/2018).

Untuk diketahui tersangka NVD bekerja di perusahaan PT.PIS pada tahun 2016 silam dan bekerja di bidang penjualan pulsa electric. Saat itu tersangka menjabat sebagai Front Liner/Caiser yang bertanggung jawab setiap hari untuk melakukan transaksi pembelian pulsa M Kios dari setiap Otlet di Wilayah Nimbokrang.

Hasil dari pembelian pulsa M Kios ini tersangka wajib  mengirimkan uang hasil penjualan M Kios kepada rekening perusahaan setiap harinya.

Sayangnya, ketika dilakukan audit internal oleh perusahaan PT PIS ditemukan pada tanggal 07, 28, 30, 31 maret 2016 dan tanggal 07 juni 2016 uang setoran dari TDC Nimbokrang tidak masuk dalam rekening PT PIS sehingga perusahaan mengalami kerugiaan  sebesar Rp. 217.705.300,-.

Tersangka diketahui melakukan penggelapan uang sehingga pihak manajemen perusahaan PT.PIS melaporkanm kasuss tersebut ke Polsek Nimbokrang dengan: LP / 01 / I / 2017 / Sek nimbokrang, tanggal 28 januari 2017 tentang tindak pidana Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam primer pasal 374 sub 372 KUHPidana tersebut sehingga Polres Jayapura melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan tersangka mengakui perbuatannya.

Kini tersangka NVD akan menjalani proses hukuman di Kejaksaan Negeri Jayapura untuk diadili di persidangan pengadilan Negeri Kelas Ia Jayapura. Untuk Perbuatan tersangka menjadi pembelajaran bagi para karyawan lainnya untuk tidak melakukan penggelapan. [loy]