Perang Telah Masuk Ke Berbagai Dimensi, TNI Akan Datangkan Rudal Startreak

1114
Personil TNI saat berjuang membebaskan tanah Anim Ha dari penjajahan Belanda dalam sosio drama di HUT TNI ke-73 di bandara Mopah Merauke, Jumat (5/10/2018)

MERAUKE, PapuaSatu.com – Peringatan HUT TNI ke-73 tahun 2018 yang mengambil tema “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat”, mengandung makna bahwa peningkatan profesionalisem TNI senantiasa untuk seluruh rakyat Indonesia.

Yang mana, ketidakpastian akibat krisis ekonomi, politik dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh distrupsi teknologi, membawa perang tidak lagi terbatas (restricted war) dalam suatu batas teritorial.

“Perang telah menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi, seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang ciber, perang opini, dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara,” ungkap KSAD Marsekal Mulyono saat membacakan amanat Panglima TNI, Jeneral TNI Hadi Tjahjanto pada upacara HUT TNI Ke-73 di Bandara Mopah Merauke, Jumat (5/10/2018).

Lebih lanjut Panglima TNI mengungkapkan, bahwa era perang kinetik bergeser ke arah perang digital, non-letal tapi tetap menimbulkan dampak sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat bernegara.

“Konsep-konsep ini pun mengaburkan filosofi perang konvensional, selain melahirkan dimensi-dimensi ruang palagan baru, juga menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai,” ujarnya.

Selain menghadapi kompleksitas tantangan tersebut ke depan, TNI juga harus menghadapi gejolak alam yang terjadi akhir-akhir ini, yakni harus membantu Pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah.

“Pada tahun 2018 ini TNI telah terlibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat – Papua, letusan gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu,” paparnya.

Tugas lain yang tidak kalah pentingnya adalah, membantu Pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan iven-iven strategis nasional dan internasional, seperti pengamanan Asian Games, Asian Para Games, dan pengamanan sidang tahunan IMF-World Bank di Bah.

Dan untuk mendukung tugas seluruh prajurit TNI yang semakin kompleks tersebut, Panglima Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa akan ada penambahan sejumlah Alat Utama System Pertahanan (Alutsista), yang akan berdatangan pada akhir tahun 2019, seperti rudal Strartreak TNI AD, kapal selam TNI AL, pesawat CN 235 TNI AL dan TNI AU, serta pesawat tempur Sukhoi 35 TNI AU.[yat]