Polda Papua Turunkan Tim Investigasi Usut Bentrok Deiyai

852

Kasat Brimob Polda Papua Kombes Pol Matius Fakhiri tengah mengatur personel Brimob yang Diperbantukan dalam Pengamanan Pilkada Serentak di Papua (Syf/PapuaSatu.com)



Jayapaura, PapuaSatu.com– Kepolisian Daerah Papua mengirimkan ke Kabupaten Deiyai untuk mengusut insiden bentrok warga dan aparat Brimob BKO Polsek Tigi di Kampung Bomou, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, pada Selasa (1/8) sore kemarin.

Tim Investigasi ini dipimpin Kepala Bidang Provesi dan Pengamanan Kombes Pol Jannus Siregar. Mereka juga akan menelusuri awal mula insiden bentrok, termasuk pengrusakan kamp PT. Putra Dewa  Paniai.

Juru Bicara Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, tim ini akan menelusuri langkah-langkah yang diambil anggota dilapangan saat bentrok terjadi. “Nanti mereka cek apakah sudah sesuai prosedur atau tidak. Perlu saya tegaskan, aparat tidak melakukan tembakan tepat pada sasaran, ” kata mantan Wakapolres Depok ini, Rabu (2/8).

Selain investigasi insiden bentrok warga dan aparat, Polda Papua juga akan menelusuri kasus penganiayaan terhadap karyawan, pengrusakan kamp dan provokasi warga hingga bentrok dengan aparat.

“Aparat kepolisian tentu memberikan contoh taat hukum. Mungkin saja ada korban tambahan, namun sejauh ini baru empat korban yang terdata,” tutur Kamal.

Kamal menambahkan, Kapolres Paniai AKBP Supriyagung bersama Kasat Brimob Polda Papua Kombes Pol Mathius Fakiri tengah melakukan negosiasi kepada masyarakat, untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Berdasarkan data  yang diperoleh media ini, bentrokan ini bermula dari tenggelamnya seorang warga bernama Ravianus Douw (24 tahun) di Kali Oneibo, sekitar pukul 16.30 WIT. Korban sempat mendapat pertolongan dari warga setempat dalam kondisi kritis.

Warga setempat sempat memohon bantuan kendaraan kepada pihak Perusahaan yang sedang membangun Jembatan Kali Oneibo untuk membawa korban ke Rumah Sakit. Namun pihak perusahaan tidak merespon.

Lantaran tidak mendapat bantuan, warga pun terpaksa meminta bantuan kendaraan di Waghete yang berjarak sekitar 10 Kilometer dari Oneibo. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia ketika dilarikan ke RSUD Madi.

Buntut dari kematian korban, masyarakat setempat mengamuk dan merusak Kamp Perusahaan. Tak lama kemudian aparat kepolisian dari Satuan Brimob yang bertugas turun ke lokasi membubarkan paksa masyarakat yang melakukan aksi pengrusakan kamp perusahaan dengan mengeluarkan tembakan.

Sembilan orang tertembak aparat, Empat korban dikabarkan masih dalam kondisi kritis, sedangkan empat korban luka tembak lainnya telah dipulangkan ke rumah masing-maasing.  Adapun  enam korban diantaranya yang diperoleh dari masyarakat setempat, yakni, Yohanes Pekei, Marinus Dogopia, Yunior Pakage, Deria Pakage, Markus Pigai dan Yohanes Pakage. (Syf)