Prajurit TNI Segarnisun Wamena Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba

800

JAYAPURA, PapuaSatu.com  – Narkoba merupakan musuh besar Bangsa Indonesia yang perlu diwaspadai peredarannya. Karena efeknya yang dapat berdampak buruk maka dibutuhkan suatu program pemberantasan dan penanggulangan yang konsisten.

Untuk dapat mewujudkan hal tesebut sekitar 150 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Aparat Sipil Negara dan Persit TNI – AD se- Garnisun Wamena mengikuti sosialisasi bahaya narkoba dan keselamatan berkendara dari Kepolisian Resort Jayawijaya di Aula Wimane, Batalyon Infanteri 756/WMS, Kamis (14/09).

Berdasarkan press release Penerangan Korem (Penrem) 172/PWY yang diterima PapuaSatu.com, sore tadi, sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Narkoba Polres Jayawijaya, Iptu Anwar Kayal. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan tentang pengertian narkoba, jenis-jenisnya, modus-modus pengirimanya sampai ke Wamena hingga cara penggunaan dan harga-harganya apabila dijual di Jayawijaya.

“Sudah jelas bahaya yang mengancam bagi pengguna maupun pengedarnya, selain dapat merusak kesehatan, barang ini mahal pasti berpengaruh pada ekonomi, dapat menimbulkan kecanduan/ketergantungan karena banyaknya zat adiktif yang terkandung didalamnya bisa juga berakibat gila hingga meninggal dunia apabila over dosis, untuk karir bagi prajurit pasti akan selesai sebab diancam dengan pemecatan dan kurungan pidana bagi semuanya”, ujar Anwar.

Pihaknya berharap agar TNI dan Polri khususnya di wilayah Kabupaten Jayawijaya dapat bersatupadu dan bersinergi dalam memberantas barang haram ini masuk dan beredar secara bebas, dimana hal ini juga dapat mempengaruhi generasi muda Kabupaten Jayawijaya yang lebih baik tanpa narkoba.

Sementara itu. Sosialisasi tentang Keselamatan Bermotor disampaikan oleh Dansubdenpom Wamena Lettu Cpm Aries Usmana Putra serta Kasat Lantas Polres Jayawijaya AKP Trisna Mulyana S.T S, Ik  yang menyampaikan tentang Etika Berlalu Lintas, Penyebab Kecelakaan (mulai dari tidak disiplin, emosional, kurang terampil, mengantuk, mabuk, pengaruh obat maupun jalan jelek).

Dijelaskan juga tentang tindakan yang dilakukan apabila mengalami kecelakaan, tata cara berlalu lintas, kewajiban pengemudi saat berkendara, hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pengendara motor, jalur atau lajur lalu lintas, sanksi hukum bagi pelanggar berkendara serta pengenalan alur sistem tilang online.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sample tes urine oleh Komandan Peleton Kesehatan (Dantonkes) Yonif 756/WMS Letda Ckm Agung Wibowo bagi prajurit untuk mengecek sekaligus mengetahui ada tidaknya prajurit yang mengkonsumsi narkoba, dan dinyatakan hasil negative bagi seluruh prajurit yang tes urine. (Abe)