Satu Tewas, Puncak Jaya Kembali Tegang

484

Jayapura, Papuasatu.com –  Kabupten Puncak Jaya kembali tegang, pasca konflik antar massa pendukung tiga pasangan calon kepala daerah, yang kembali pecah di Mulia, pada Sabtu (29/7/2017) kemarin.

Konflik yang melibatkan 500 orang terjadi di Kampung Legimut, Distrik Pagaleme, pada pukul 11.15 WIT. Satu orang warga dan 12 orang lainnya luka-luka dalam konflik itu. Bahkan 16 honai atau rumah adat masyarakat ludes dibakar kelompok yang bertikai.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi sangat menyesalkan kembali terjadi konflik antarwarga di Puncak Jaya. Padahal warga yang bertikai baru menandatangani kesepakatan damai pada 3 Juli 2017.

“Sayangnya kesepakatan itu belum berdampak untuk proses perdamaian di Puncak Jaya,” kata mantan Wakapolres Depok ini, Minggu (30/7/2017).

Pecahnya konflik ini, Kamal menuturkan, bermula dari acara bakar batu oleh massa kandidat nomor satu, Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, bersama massa calon nomor dua, Henok Ibo-Rinus Telenggen.

“Lokasi bakar batu berdekatan dengan posko pemenangan kandidat nomor tiga, Yuni Wonda-Deinas Geley. Massa dari kandidat nomor tiga yang dipimpin Bongkar Telenggen mengira ada aksi pembakaran posko mereka. Akhirnya mereka pun mendatangi Kampung Legimut dan terjadilah aksi saling serang di antara massa kandidat dengan menggunakan panah,” terangnya.

Konflik ini telah menyebabkan 12 orang mengalami luka dan 1 orang tewas terkena panah. Selain itu, 16 honai atau rumah adat khas wilayah Pegunungan Papua dibakar massa dalam insiden tersebut. “Kami baru berhasil menghentikan konflik ini pukul 12.30 WIT,” tuturnya.

Pihaknya telah memperintahkan tembak ditempat apabila mengancam keselamatan aparat dilapangan.

Kamal mengklaim situasi keamanan di Mulia berstatus Siaga Satu. Pihaknya pun telah menerjunkan 300 personel diterjunkan untuk mengamankan situasi di lapangan, termasuk untuk mencegah konflik susulan pada Minggu (30/7). “Anggota kami akan menggelar patroli dan penyitaan senjata tajam milik warga,” imbuhnya. (Syf)