Sejak 2015, YK Sudah Tiga Kali Perkosa Bocah

668

 Caption Foto : Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Am Kamal didampingi Wakapolres Kompol Y Takamully ketika memberikan keterangan pers  atas penangkapan pelaku pemerkosa bocah  7 tahun. (Ist/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pelaku pemerkosa  bocah 7 tahun di kompleks perumahan Walikota Abepura kelurahan Asano, distrik Jayapura Selatan-Kota Jayapura, pada Minggu 7 Oktober 2017 lalu yang dilakukan oleh YK (28) ternyata menjadi spesialis pemerkosa anak dibawah umur.

YK yang merupakan warga BTN Tanah Hitam, distrik Abepura ini ditangkap oleh  tim gabungan Polres Jayapura Kota di Pelabuhan Laut Jayapura, saat hendak bertolak ke Manokwari dengan menggunakan jasa KM Sinabung, Rabu (11/10/2017) siang.

Meski pelaku berpura-pura menjadi  Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan membawa barang ke atas  KM. Sinabung. Namun aksi tipuan muslihat itu terbongkar karena sudah diintai oleh aparat.

YK tanpa melakukan perlawanan langsung digelendang ke Mapolres Jayapura Kota untuk diproses secara hukum atas perbuatan yang dilakukan.

Pelaku pemerkosa bocah 7 tahun saat digiring ke Mapolres Jayapura Kota, Rabu (11/10/2017). (Humas Polda/PapuaSatu.com)

Dari pemeriksaan yang dilakukan poleh Penyidik Reskrim Polres Jayapura Kota, ternyata YK sudah tiga kali melakukan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Dimana pertama kali dilakukan YK sejak tahun 2015 silam di kabupaten Biak Numfor. Namun aksinya tidak diketahui, lantaran melarikan diri ke kabupaten Nabire.

“Ya, pelaku YK sudah tiga kali melakukan perbuatannya itu. Pertama dilakukan di Biak tahun 2015 lalu dan Sat Reskrim terus melakukan penyelidikan dan penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal kepada PapuaSatu.com via selulernya, Rabu (11/10/2017)

Lanjut Kamal, Aksi YK kembali berulah ketika berada di kabupaten Nabire. Tepat bulan Juni 2017 lalu melakukan perbuatan yang sama dengan memerkosa anak dibawah umur.

“Terakhir pelaku YK tiba di  Kota Jayapura atas pelarian dari kabupaten Nabire. Saat tiba di Jayapura melakukan perbuatan yang sama. Namun aksinya terpaksa terhenti setelah berhasil ditangkap,” pungkasnya.

Dengan kasus tersebut, Kamal mengimbau kepada masyarakat di Kota Jayapura khusus bagi orang tua agar tidak terlepas dari pengawasan, baik dilingkungan maupun dimana berada.

“Jangan pernah terlena dengan situasi atau kondisi apapun ketika anak kita bermain di sekitar rumah. Harus perlu pengawasan ekstra  sehingga terhindar dengan kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan,” tukasnya. (nius)