Tak Banyak Pengusaha OAP yang Mengerjakan Proyek Perumahan di Papua

397

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Semua paket pengerjaan perumahan yang ada di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKP2), Provinsi Papua dilelang, dengan harapan paket pengerjaan tersebut dapat dikerjakan oleh seluruh pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

Hal tersebut disampaikan oleh Daud Ngabalin selaku Kepala Dinas PKP2, Provinsi Papua ketika ditemui sejumlah awak media di Hotel Sahid, Jayapura, Selasa (26/09).

Ia juga mengatakan, sebelum diadakan pelelangan tersebut, pihaknya berharap paket pengerjaan tersebut dapat dikerjakan langsung oleh pengusaha OAP.

Namun, karena sistem pelelangan yang digunakan ini adalah sistem pelelangan secara Nasional maka pengusaha OAP yang ikut dalam pengerjaan paket proyek pembangunan perumahan ini sedikit.

“Karena ini menggunakan sistem pelelangan secara Nasional, jadi siapapun yang ada di Wilayah Republik Indonesia bisa mengikuti lelang” ungkap Ngabalin.

Menurutnya, kurangnya sosialisasi tentang pelelangan ini yang menjadi penyebab, karena pengusaha OAP tidak mengetahui tahapannya seperti apa dan bagaimana pemberkasannya.

“Pendapat saya, agar pelelangan ini bisa berpihak kepada pengusaha Orang Asli Papua maka harus ada regulasi khusus yang diturunkan dari Kepres No. 54 tentang pengadaan barang dan jasa yang nanti akan dikaitkan dengan Undang-undang Otsus, sehingga pengusaha Orang Asli Papua yang ikut lelang itu, bisa dibikin untuk mengikuti lelang secara terbatas” tuturmya

Ia juga menambahkan, jika masih menggunakan regulasi yang mekanisme pelelanganya secara Nasional maka Pengusaha Orang Asli Papua tidak bisa ikut berkompetensi dalam hal tersebut.

Saat ditanya berapa banyak paket yang saat ini tengah dikerjakan, Ngbalin mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak jumlahnya dan menurutnya paket proyek tersebut belum mencapai angka sepuluh persen.

“Kita ada datanya nanti bisa dilihat. Ada juga nama-nama tetapi bukan sebagai ownernya tetapi hanya sebagai kuasa direktur. Itu juga miris dan saya pikir kita bisa sama-sama melihat hal ini” tukasnya.

Ditambakanya lagi, karena ini adalah pengerjaan yang dananya bersumber dari dana Otsus pihaknya sedang mengusahakan untuk OAP yang mengerjakannya.

“Pengerjaan inikan bersumber dari dana Otsus, jadi kalau bukan peengusaha Asli Orang Papua yang mengerjakannya itukan miris sekali” pungkasnya. (Abe)