Tiga Tahun Proses Pembangunan, Gubernur Papua Resmikan Gedung DPRP

0
164
Caption : Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat menandatangani prasasti peresmian Gedung II DPRP Papua, Kamis (1/8/2019)
Caption : Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat menandatangani prasasti peresmian Gedung II DPRP Papua, Kamis (1/8/2019)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setelah melewati proses pembangunan selama kurang lebih tiga tahun, gedung  II DPR Papua, kini akhirnya diresmikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP MM, Kamis (1/8/2019).

“Gedung II dengan konstruksi 14 lantai. Gambar gedung ini sudah ada sebelumnya. Kami masuk dengan gambar yang sudah ada,” ucap Enembe dalam sambutannya.

Enembe mengungkapkan, selama ini pengembangan gedung DPRP sebagai lembaga representatif perwakilan rakyat yang berfungsi sebagai penggerak roda pembangunan di Papua, merupakan keinginan dan cita-cita yang selama ini diperjuangkan oleh DPRP namun baru terwujud di periode ini.

“Harapan ini sudah diperjuangkan dari periode sebelumnya, keinginan membangun sebuah gedung mewah, namun tidak pernah tercapai. Kini pada periode DPRP 2014-2019, ini terwujud. Ketika disampaikan ke saya, saya katakan saya setuju. Dan harapan anggota DPRP periode sebelumnya kini baru terwujud,” ungkapnya.

“Itu bukti keseriusan pemprov Papua dan kerja keras pimpinan dan DPRP,” sambungnya.

Selain gedung, pada kesempatan ini juga Enembe juga melauncing mes DPRP dan ring road.

Sementara itu, Sekwan DPR Papua, Dr. Julia J Waromi, SE, MS,i mengakui rencana pembangunan gedung ini memang benar telah direncanakan dari periode lalu. Rencana tersebut didorong karena gedung lama telah tua serta jumlah anggota dewan selalu meningkat.

“Gedung DPRP lama sudah berusia 21 tahun, jumlah anggota bertambah terus hingga kini berjumlah 69 anggota. Pemprov Papua di bawah kepemimpinan Lukas Enembe akhirnya menyetujui anggaran pembangunan gedung DPRP sejak 2016-2019 sebesar Rp 222 miliar lebih. Pembangunan ditandai peletakan batu pertama oleh gub pada 21 Juni 2016 kemudian dianggarkan multi years,” jelasnya.

Ia pun beberkan rincian pembangunan gedung mewah tersebut dibangun oleh 2 perusahaan kontraktor berbeda dan menghabiskan 224 juta.

“Tahap pertama penyelesaian pondasi dan struktur lantai 1-7 sebesar Rp 72 M lebih dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Sedangkan tahap kedua penyelesaian struktur lantai 7-14 dan helipad, pekerjaan arsitekur dan lainnya Rp 152 M lebih dikerjakan PT Brantas Adipraya,” bebernya.

Adapun beberapa proses tahapan pembangunan yakni pembangunan tahap pertama 10 Juni 2016-30 Desember 2016, dilanjutkan tahap 28 November 2017-28 November 2019 dan tes pendaratan helipad telah dilakukan 29 Juli 2019.

Lahan parkir pun telah dibangun juga lahan parkir dengan luas lahan parkir 3.960 meter persegi dapat menampung 500 kendaraan roda empat dikerjakan PT Simon Jaya Abadi dengan dana Rp 18 M, 888 juta lebih dari total dana hingga tahap akhir sebesar Rp 55 M, lebih.

Selain itu dialokasikan anggaran bersumber dari APBD Papua ta 2007 sebesar Rp 5 M untuk pembangunan mes DPRP. Namun karena terdapat kendala teknis pembangunan mes tidak dapat dilanjutkan.

“Barulah pada 2013 dengan tambahan dana APBD Papua 6 M dan tambahan dana 2018 5 M untuk melanjutkan pembangunan dengan konstruksi empat lantai yang dapat digunakan anggota dewan dan penginapan umum terutama untuk hadapi PON XX dengan 54 kamar,” tutupnya. [ayu]