Tukang Ojek di Puncak Jaya Ditembak Mati

312

Jayapura, PapuaSatu.com – Lagi-lagi, seorang tukang ojek bernama Holil (22) ditembak mati oleh sekelompok kriminal bersenjata di jalan Mewoluk, distrik Mewuluk kabupaten Puncak Jaya, Jum’at (4/8/2017) sore.

Juru bicara Polda Papua Kombes Pol Am Kamal ketika dikonfirmasi, membenarkan penembakan tersebut. “Ya, penembakan itu terjadi sekitar pukul 14.50 WIT,” katanya kemarin.

Korban yang merupakan warga kampung Usir distrik Mulia kabupaten Puncak ini, tewas akibat luka tembak dibagian belakang telinga sebelah kiri tembus bagian kepala belakang telinga kanan.

Selain menembak korban, para pelaku juga memanah dada sebelah kiri dan bagian perut korban. “Saat ini korban telah di evakuasi ke RSUD Mulia, kabupaten Puncak Jaya untuk dilakukan otopsi,” kata Kamal.

Ia menjelaskan,  peristiwa penembakan itu bermula ketika korban mengantar penumpangnya ke distrik Mewoluk dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX King warna hitam.

Namun dalam perjalan baliknya, tepatnya di wilayah Kampung Yambindugun distrik Mweoluk tiba-tiba dihadang oleh pelaku yang diduga lebih dari satu orang lalu menembakan serta memanah korban hingga tewas ditempat.

Mendapat informasi itu, Kamal mengemukakan, anggota Brimob Polda Papua bersama anggota Polres Puncak Jaya langsung menuju lokasi kejadian. Sesampainya dilokasi kejadian tiba-tiba ditembaki oleh kelompok bersenjata dari arah gunung.

“Saat itu anggota Brimob langsung melakukan tembakan balasan keaarah kelompok kriminal bersenjata selama 30 menit. Selanjutnya, para pelaku langsung melarikan diri ke hutan,” jelasnya.

Kamal mengaku prihatin atas peristiwa penembakan terhadap korban yang merupakan tukang ojek. “Korban hanya sebagai tukang ojek untuk mencari nafkah, namun para pelaku tega menghilangkan nyawa korban secara sadis. Kami ikut prihatin atas peristiwa ini. Pelaku tidak pernah berfikir bagaimana keluarganyanya yang diperlakukan seperti ini,” katanya.

Untuk itu, Kamal menghimbau kepada semua pihak agar menjalankan ajaran agamanya dengan baik. “Jika mengajarkan agama dengan baik maka tidak akan terjadi seperti di Puncak Jaya,” katanya. (Nius)