Warga Duduki Polsek Tigi Pasca Bentrok

Jayapura, PapuaSatu.Com- Puluhan masyarakat menduduki Markas Kepolisian Sektor Tigi, pasca bentrok dengan aparat kepolisian di Kampung Bomou, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, pada Selasa (1/8) sore kemarin.

Juru Bicara Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, korban meninggal masih disemayamkan di Kantor Polsek Tigi hingga pukul 14.00 WIT.  “Massa telah berada di Polsek Tigi sejak Rabu (2/8) pagi,” kata Kamal, Rabu.

Ia menuturkan, empat korban luka dalam bentrokan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Nabire untuk menjalani perawatan lanjutan. Sementara empat korban luka tembak lainnya telah dipulangkan setelah menjalani perawatan medis di Deiyai.

Kamal menyebutkan, bentrokan yang terjadi Selasa sore menyebabkan delapan anggota Polri mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu serta benda tumpul. Dua kendaraan dinas Polsek Tigi juga menjadi sasaran amuk warga.

“Dari pihak aparat ada delapan korban, mereka terluka saat masyarakat melakukan penyerangan dengan menggunakan batu maupun panah,” katanya.

Sebelumnya, Sekelompok masyarakat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dari Satuan Brigade Mobile (Brimob) BKO Polsek Tigi di Oneibo, Kampung Bomou, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, pada Selasa (1/8) kemarin.

Sembilan orang tertembak aparat, Empat korban dikabarkan masih dalam kondisi kritis, sedangkan empat korban luka tembak lainnya telah dipulangkan ke rumah masing-maasing.  Adapun  enam korban diantaranya yang diperoleh dari masyarakat setempat, yakni, Yohanes Pekei, Marinus Dogopia, Yunior Pakage, Deria Pakage, Markus Pigai dan Yohanes Pakage.

Bentrokan ini dipicu aksi sekelompok masyarakat yang merusak kamp milik PT. Putra Dewa Paniai yang tengah mengerjakan proyek pembangunan Jembatan Kali Oneibo. (Syf)