Wiranto Minta Masyarakat Papua Barat Jaga Kesatuan Indonesia

344

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Masyarakat Provinsi Papua Barat diminta untuk menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn), H. Wiranto, kepada wartawan, di Hotel Aston Niu, Manokwari, Senin (25/9) malam.

Menurutnya, kemajuan suatu negara atau daerah itu tergantung kepada kualitas pimpinannya, dimana pimpinan daerah atau pimpinan negara sangat mempengaruhi maju mundurnya negara maupun daerah itu, karena dia (pemimpin) yang membuat kebijakan dan keputusan.

“Pemimpin itu benar daerah itu maju, tapi dia (pimpinan) itu salah berarti daerah itu mundur. Tapi ada satu unsur yang tidak bisa kita lewati yakni faktor kebersamaan atau persatuan kita sebagai satu bangsa,” ujar Wiranto.

Menurutnya, tanpa ada persatuan atau kebersamaan tidak mungkin suatu bangsa bisa membangun di semua aspek.

“Tidak mungkin pembangunan itu berjalan sambil ada peperangan atau perpecahan dalam suatu bangsa dan Indonesia tidak ingin seperti itu, maka persatuan dan kesatuan bangsa harus kita utamakan,” ucap Wiranto.

Lanjut Wiranto, disitulah peran dari Menko Polhukam, dimana mempunyai satu tugas untuk memelihara dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam hal ini keamanan nasional.

“Memelihara singkronisasi kerjasama dari semua elemen bangsa dan saya besyukur dipercayakan sebagai Menko Polhukam,”ujar Wiranto.

Namun, kata Wiranto, banyak sekali hal-hal yang menganggu keutuhan Indonesia sebagai bangsa yang bersatu. “Nah, itu satu demi satu mulai kita buka dengan baik,”ungkap Wiranto.

Disamping itu, Wiranto juga sekaligus menginformasikan bahwa dari sisi hukum dan keamanan yang sedang berlangsung dalam negara demokrasi, maka politik memang tidak bisa dihindari dan politik ini menjadi primadona.

Pasalnya, politik ini menjadi hak yang sangat penting, maka dirinya berharap partai politik menjadi suatu elemen yang terpenting dalam kehidupan suatu bangsa.

“Maka saya harapkan juga kepada partai politik, untuk dapat berpolitik yang santun dan baik agar pemimpin-pemimpin yang lahir dari parpol memiliki mental dan moral serta kemampuan yang baik,”harap Wiranto.

Sedangkan dari sisi hukum, Wiranto menyampaikan, memang cukup berat karena adanya kebebasan dan tatkala hukum ingin mengendalikan kebebasan itu, maka disitulah terjadi tarik menarik sampai sekarang.

“Misalnya, kita punya musuhkan sekarang bukan ancaman militer saja. Tapi ada juga terorisme, radikalisme, dan paham-paham lainnya. Bagaimana saya ingin minta DPR kita untuk menggolkan undang-undang teroris yang cukup kuat dan itu tidak mudah,”beber Wiranto.

Tetapi, kata Wiranto, muda-mudahan hasil akhir tahun ini selesai undang-undangnya dan itu sangat dibutuhkan.

“Jika itu sudah ada, kita bisa memberantas aksi-aksi terorisme  dinegara kita dan kalau hukum ini lemah, maka kebebasan akan mengganggu keamanan nasional,”tandas Jenderal Purnawiran itu. (Free/Abe)