
SENTANI, PapuaSatu.com – Wisma atlit pencak silat yang berada di kawasan asrama putra putri STT Walter Post Sentani masih memiliki sejumlah kekurangan.
Dalam kunjungan Panitia Khusus Pekan Olahraga Nasional XX & Pekan Paralimpiade Nasional XVI (Pansus PON XX & PPN XVI) tahun 2021 mendapati adanya kekurangan yaitu kamar mandi masih sementara dikerjakan, belum ada fasilitas kesehatan pada ruang kesehatan serta saluran air pada jalan masuk belum ada.
“Memang kita lihat ada beberapa yang tetap harus dilengkapi, didalam (kamar) peralatan sudah ada tapi untuk kamar mandi belum selesai,” kata Anggota Pansus PON XX & PPN XVI tahun 2021, Fauzun Nihayah, S.HI, MH pada wartawan, Selasa (7/9/21) siang.
Namun Fauzun ungkapkan, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bahwa 1 minggu kedepan akan dikerjalan dengan optimal. “Sesuai penjelasan tadi, 1 minggu ini betul-betul dioptimalkan maka kita dari pansus PON berharap karena sudah tidak ada toleransi lagi jadi sekarang bagaimana optimalisasi dari pihak pekerja dan kontraktor,” ungkap Fauzun.
Kendala lainnya adalah saluran air pada jalanan masuk wisma, dimana pada saat hujan akan ada genangan air. “Saluran air ini juga harus dipikirkan bagaimana cara menyiasatinya agar bisa mengalir denhan baik, karena kalau hujan terus nanti air bisa tergenang,” ujarnya.
Terkait fasilitas diruang kesehatan, Fauzun meminta bidang kesehatan PB PON agar segera memasukan fasilitas secepatnya. “Untuk ruang kesehatan itu wajib harus tersedia fasilitas yang memadai tapi disini kami belum bisa lihat fasilitasnya karena katanya minggu-minggu ini br dilengkapi,” pinta Fauzun.
Dikesempatan yang sama, Anggota Pansus PON XX & PPN XVI tahun 2021, Mega Mansye Flora Nikijiluw, SH meminta dalam waktu dekat harus ada uji coba terutama pada listriknya.
“Sebelum atlit masuk, harus sudah ada uji coba termasuk listriknya agar AC-AC, water hitter yang dipasang apakah sudah bisa berfungsi atau belum,” tuturnya.
Mega khawatirkan apabila uji coba ini tidak dilakukan agar pada saat atlit sudah menempati wisma jangan sampai AC atau listrik tidak memadai.
“Jangan sampai pas di hari H atlit mau pakai malah tidak bisa karena daya listrik tidak mampu. Kami berharap supaya dalam minggu-minggu ini dapat dikejar. [ayu]










