Musrembang Harus Mengarah ke Pengembangan Ekonomi Kreatif

415

Caption Foto : Walikota saat membuka Musrembang Distrik Jayapura Selatan, Jumat (09/03/2018). (Moza/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Untuk membahas program kerja tahun 2019, Distrik Jayapura Selatan menggelar Musrembang yang dibuka Walikota Jayapua Benhur Tomi Mano, Jumat (09/03/2018).

Dalam sambutannya, walikota  berharap Program yang diusulkan harus  mengacu kepada program Pemerintah Kota Jayapura dalam memberdayakan  Orang Asli Papua (OAP) serta dibarengi  pembinaan dan  pendampingan  melekat.

” Kita melatih ibu-ibu di kampung -kampung untuk bisa menjahit kalau kita bina, kita awasi kita kasi dana stimulan pasti akan tumbuh dengan baik, ini yang saya mau dalam penyusunan program,” ujarnya.

Caption Foto : Peserta musrembang Distrik Jayapura Selatan dari tinfkat lura dan OPD. (Moza/PapuaSatu.com)

Dikatakan, program yang diusulkan dalam Musrembang ini agar bersinergi dengan program OPD  di tingkat Distrik yang hasilnya akan diusulkan dalam Musrembang tingkat kota.

“Nanti kita rubah, Musrembang tingkat kota kali ini kita akan rubah  dan yang menyampaikan program adalah para kepala distrik,  sementara  OPD hanya melihàt apa yang mereka paparkan. Itu yang saya harapkan,”tuturnya.

Ditambahkan,  dalam pembuatan program itu harus jelas lokasinya  serta tidak membuat program yang global  karena semua kerja diawasi.” Kita sudah punya RPJMD, saya minta harus ada benang merah karena pemeriksaan dimulai RPJMD lebih baik kita buat program  satu atau dua tapi berhasil dan menyentuh masyarakat,”ujarnya.

Menjawab apa yang menjadi harapan Walikota, Kepala Distrik Jayapura Selatan Djong Makanwai menyampaikan, pembahasan ini memuat empat bidang yaitu Bidang Fisik, Sosial Budaya, Ekonomi dan Pemerintahan Umum yang sudah diusulkan dari empat kelurahan.

” Yah.. seperti yang Pak Walikota sebutkan, jangan keinginan namun kebutuhan itu yang lebih diutamakan tetap mengacu ke visi misi kota dimana pendidikan dan kesehatan adalah target poin yang diberikan ruang lebih, jangan banyak program, biar sedikit tapi berbobot dan dirasakan manfaat oleh masyarakat,” ujarnya.

Terkait  pengembangan ekonomi produktif orang asli Papua, lanjut Djong nantinya akan di pertegas pada  DP2K di tingkat kelurahan  dan Pemberdayaan Distrik  untuk tingkat Distrik. [moza/sony]