Pansus PON XX & PPN XVI Pertanyakan Nasib Relawan PON

SENTANI, PapuaSatu.com – Pansus PON XX & PPN XVI mempertanyakan nasib para relawan yang ditugaskan selama PON berlangsung.

Dalam tinjauannya ke beberapa wisma atlit di Kabupaten Jayapura pada Rabu (6/10/21), Pansus mendapat keluhan dari beberapa relawan bahwa nasib mereka sampai saat ini belum jelas.

Anggota Pansus PON XX & PPN XVI, Natan Pahabol mengatakan para relawan sudah 2 minggu relawan melakukan kewajiban mereka akan tetapi belum menerima haknya. “Ini kesepakatannya bagaimana, apakah setelah pertandingan atau setiap hari mereka terima pembayaran? Relawan sendiri tidak tahu karena hanya ada surat keputusan (SK) tapi tidak ada kontrak jelasnya,” katanya.

Natan ungkapkan, informasi yang pihaknya terima dari relawan adalah mereka selama bekerja tidak ditanggung transportasi dan konsumsi. “Kami dengar sudah 2 minggu para relawan datang dengan transport sendiri, cari makan juga sendiri. Seharusnya pihak Sub PB PON maupun PB PON jangan lepas tangan. Harus diperhatikan, penuhi mereka punya makan dan minum juga,” ungkap Natan.

Ia berharap hal ini tidak menciptakan konflik usai PON nantinya maka harus diantisipasi.

Senada dengan itu, salah satu relawan di wisma atlit Papua Alom, Wazu mengatakan ia bersama 17 rekannya yang setiap hari bergantian berjaga belum ada kejelasan sampai hari ini.

“Kami belum tanda tangan kontrak, kalau SK yang tertera nama-nama sudah ada makanya kami langsung mulai aktif kerja dari tanggal 28 September tapi kinerjanya baru terhitung per tanggal 2 Oktober,” katanya.

Bahkan untuk proses pembayaran pun Wazu dam rekan-rekannya akui belum ada kepastian kapan terbayarkan dan melalui tabungan apa. “Untuk insentif yang kami terima sesuai kesepakatan Rp 300ribu tapi sampai sekarang belum kami terima. Kami juga sudah bertanya tentang buku tabungan beserta ATM yang sudah di janjikan untuk sarana penyaluran insentif kami tidak di respon sampai sekarang,” beber Wazu.

Selain itu, tanda pengenal sebagai relawan seperti ID Card juga belum mereka terima sampai sekarang. “ID Card itu salah 1 patokan agar kami juga bisa di anggap sebagai relawan tapi belum kami terima sampai sekarang. Kami ke wisma dengan transport sendiri dan kami juga cari makan sendiri, tidak disediakan di wisma,” terangnya.

Wazu dan rekan-rekanya berharap, usai peninjauan dari Pansus PON XX & PPN XVI, hal ini segera ditindaklanjuti agar para relawan dapat diperhatikan dan segera menerima haknya. [ayu]