Jetro Bakal Datangkan Investor Jepang Ke Papua Barat

665

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Japan External Trade Organization (Jetro) lewat kerjasamanya dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Barat merencanakan akan mendatangkan investor potensial asal Jepang ke Papua Barat.

Hal ini diungkapkan oleh President Direktur Jetro, Daiki Kasugahara dalam sebuah pertemuan ketika mengunjungi Manokwari, Papua Barat, Senin (14/05/2018).

Menurutnya, kedatangan tim Jetro tak lain adalah untuk memperoleh informasi yang akurat terkait potensi yang ada Papua Barat. Karena selama ini, informasi Indonesia Timur khususnya Papua Barat sangat terbatas.

“Kita ingin kumpul informasi sebanyak mungkin dan akan menyampaikan kepada pengusaha-pengusaha di Jepang sehingga Papua Barat bisa menjadi perhatian untuk investasi,” jelasnya.

Selain informasi, potensi di berbagai bidang akan didata untuk perusahaan yang diinginkan dan akan dirubah dalam bahasa Jepang.

Selain itu pula, dia berharap kolaborasi Jepang Indonesia di bidang swasta selama 60 Tahun yang mana aktivitas dan investasi selama ini lebih banyak di Pulau Jawa, bisa beralih ke daerah timur seperti Papua Barat.

“Tujuan kami ingin menjembatani usaha yang menengah di Indonesia dan Jepang. Dan saya sangat ingin membangkitkan kembali investasi di Papua Barat,” paparnya.

Sementara, Wakil Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan, Kadin Papua Barat, Paulus Talimbekas menilai perlu ada penambahan infrastruktur dan SDM khusus untuk mengelolah Tuna fresh.

Mengingat setiap hari ada pengiriman ikan tuna fresh sebanyak 2 Ton dari Manokwari ke Jepang. “Papua Barat punya Potensi yang luar biasa, karena itu kita butuh SDM yang potensial untuk membantu UKM,” bebernya.

Menambahkan, Wakil Ketua Bidang Property, Julius Lois menilai UKM di Papua Barat sudah berjalan, namun belum maksimal lantaran  volume dan distribusi pemasaran belum terarah dengan baik.

“Kami belum kuat untuk jalur distribusi. Namun di perikanan yang potensial adalah abon ikan Tuna. Untuk itu sangat penting dibutuhkan adalah kualitas,” imbuhnya.

Melengkapi itu, Ketua Kadin Papua Barat, Yusup Saway menyatakan akan bertanggungjawab mengsosialisasikan itu ke UKM di Papua Barat.

“Kita akan sharing terkait sumber daya potensial dan soal kualitas, bisa dijamin apabila ada peningkatan,” pungkasnya. [tm]