Masyarakat Papua Jangan Ketergantungan Terhadap Beras

3252

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Pemerintah Provinsi Papua minta kepada masyarakat agar jangan ketergantungan terhadap beras yang menjadi penentu utama dalam kehidupan tapi bahkan abaikan semua potensi ketahanan pangan Papua yang menjadi bahan pokok dan makan pokok masyarakat Papua.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua, T.E.A. Hery Dosinaen, S.IP., MKP menjelaskan sekarang ini masyarakat Papua tidak sadar menjadikan beras sebagai makanan pokok dan selalu ketergantungan pada beras sehingga ketahanan pangan pangan lokal Papua diabaikan.

“Kita abaikan semua potensi kita semua yang menjadi bahan dan makanan pokok, potensi lain seperti buah merah dan lain sebagainya ini juga menjadi catatan penting yang harus di lihat dimana ketahanan pangan menjadi leading sektor dari semua ini,” kata Hery Dosinaen saat membuka Forum OPD Dinas Ketahanan Pangan se-Provinsi Papua di Hotel Fave, Kota Jayapura, Senin (19/3/2018).

Disamping itu, terkadang Pemerintah menjadi lalai untuk mengontrol bahan – bahan non lokal yang masuk ke Kabupaten – kabupaten di Kabupaten/Kota se – Provinsi Papua. “Ini ada Balai POM yang hadir ini juga harus dikoordinasi baik karena banyak masyarakat kita menjadi sakit dan tidak sehat dan bahkan menjadi korban hanya karena telah mengkonsumsi makanan yang sudah kadarluasa,” tegasnya.

Dijelaskan, wilayah Provinsi Papua dengan kondisi geografis yang begitu berat dan objektif dan ada dua wilayah pesisir dan gunung dengan makan pokok pun berbeda dimana sagu merupakan makanan pokok masyarakat pesisir pantai dan ubi makan pokok masyarakat di pegunungan.

“Kita tidak berbicara hal yang fantastis kita tidak berbicara hal yang muluk – muluk tetapi realitas kondisi objektif dengan kearifan – kearifan lokal dengan potensi yang ada inilah yang harus kita lihat,” ujarnya.

Dikatakan, sangatlah ironis bahwa banyak masyarakat yang di lapangan mengalami gizi buruk dan ketika semua ketahanan pangan menjadi leading sektor yang  mampu mengkoordinasikan dengan semua lini dan juga mampu melihat secara objektif dengan pemetaan secara jelas dan tegas setiap kelompok masyarakat di Kabupaten masing – masing.

“Ini harus menjadi perhatian serius dan harus dikoordinasikan secara baik dan ada langkah konkrit yang diambil,” katanya.

Kegiatan forum OPD Dinas Ketahanan Pangan se – Provinsi Papua dapat diakomodir untuk mengeluarkan satu rekomendasi menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan di Kabupaten/Kota.

“Hari ini kita semua hadir tentunya teman – teman dari Kabupaten/Kota mempunya kondisi yang berbeda antara satu dengan lain dimana tantangan, hambatan maupun hal – hal lain yang hari ini harus bisa terakumulasi dan terakomodir dalam satu rekomendasi dan tentunya jadi referensi kita semua untuk pengambilan kebijakan lebih lanjut,” jelas Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Roberth Eddy Purwoko menjelaskan kegiatan forum OPD ketahanan pangan Provinsi Papua tahun 2018 untuk mensinkronkan program – program kegiatan dan mensinergikan di dalam kelembagaan ketahanan pangan sendiri di Provinsi Papua maupun instansi – instansi lain.

“Tujuan untuk bagaimana kita bisa mengatasi atau mengangkat daerah – daerah yang rentan terhadap rawan pangan agar mereka bisa lebih survive dalam menghadapi kehidupannya dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di masing – masing daerah,” kata Roberth Eddy Purwoko.

Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua akan bekerjasama dengan berbagai instansi dengan tokoh – tokoh masyarakat, tokoh agama dan Pemuda bagaimana pangan itu bisa tersedia pada tingkatan paling rendah yaitu rumah tangga.

“Dimana suatu keluarga dia bisa menyediakan lahan pangan setiap hari secara cukup dan lengkap untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari yaitu dengan memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin dan lain sebagainya,” ujar Eddy. [Piet]