
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2020, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua memberikan pelayanan vasektomi atau program Keluarga Berencana (KB) bagi para bapak operasi kecil.
Vaksentomi dilakukan untuk mencegah transportasi sperma dan tanpa efek samping. Tahun ini, jumlah KB vasektomi yang akan diberikan bertotal 100 orang, di Kota Jayapura diberikan kepada 6 orang dan total terbanyak di wilayah Biak.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Charles Brabar, SE., M.Si, menuturkan bahwa vasektomi adalah salah satu upaya untuk membantu keluarga yang tidak ingin menambah anak.
“Bulan ini bertepatan dengan hari Vasektomi Dunia, dilakukan salah satu cara ber KB bagi pria yang sterilisasi atau KB Mantap dimana suami istri sudah sepakat tidak menambah anak rata-rata usia lanjut (50-60tahun), untuk pembatasan jalur sperma, merupakan aksi HKN 2020, membantu keluarga fokus mendidik anak, mengatasi masalah dalam keluarga, karena perlu sosialisasi peminatnya di Papua belum di kenal secara menyeluruh,” tuturnya kepada awak media diruang kerjanya, Rabu (11/11).
Sementara itu, Kabid Bidang KB/KR, Baso Pikres, SE berharap program selanjutnya akan menjadi kesaksian, mengedukasi masyarakat tentang Vasektomi.
“Bekerjasama dengan Dinas OPD Kebupaten Keerom Pelayanan KB Pria. Dengan selesainya KB pria (Vasektomi) ini akan menjadi motivator khususnya pada bapak, kedepannya bisa menjaring lebih banyak, meningkatkan program keluarga berencana,” katanya.
Petani asal Arso 4, Sumarsono salah satu penerima layanan Vasektomi menjelaskan bahwa ada beberapa alasan kesehatan istri yang membuatnya sepakat bersama Istri mengikuti KB Pria/Vasektomi.
“Memang anak saya sudah lima, istri saya kalau KB bermasalah, tentang datang bulan. Kemarin karena lama tidak datang bulan, kena penyakit perempuan, itu saja yang mendorong saya untuk vasektomi,” tukasnya. [ayu]










