Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Capai Rp 52 Triliun

0
2122

JAYAPURA, PapuaSatu.com – BPS Provinsi Papua merilis pertumbuhan ekonomi Papua berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2018 mencapai 52,11 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp39,74 triliun.

Dijelaskan, ekonomi Papua triwulan I-2018 tumbuh signifikan yaitu, 28,93 persen (y-on-y). Bahkan sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang mencapai 74,06 persen.

“Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor luar negeri yang juga tumbuh tinggi hingga 159,00 persen,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah Lintas Sektor, Eko Mardiana, dalam berita resmi statistik, di Aula Kantor BPS Papua, Kota Jayapura, Senin (7/5/2018).

Dikatakan, ekonomi Papua triwulan I-2018 dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi dimana tumbuh sebesar -9,42 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 1,61 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen impor luar negeri yang mengingkat sebesar 4,16 persen “Hal ini juga dapat dilihat dari PDRB per kapita pada triwulan I-2018 mencapai Rp15,75 juta. Angka ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun lalu di periode yang sama dengan nilai 29,66 persen,” tutur dia.

Sebelumnya, Sekda Provinsi Papua, T.E.A. Hery Dosinaen, S.IP MKP menyambut positif ekonomi Papua yang terus tumbuh signifikan. Kendati begitu, dia harap ekonomi bertumbuh merata mulai dari perkotaan hingga ke kampung-kampung.

“Jangan sampai ada kesenjangan pertumbuhan ekonomi antara wilayah perkotaan maupun di kampung-kampung. Karenanya, harus lah pembangunan itu dilakukan secara merata, mulai dari perkotaan hingga ke kampung,” kata Sekda.

Diharapakan kepala daerah dan seluruh pemangku kepentingan turut menunjang program pertumbuhan ekonomi dimasing-masing wilayahnya. “Dilakukan merata antara perkotaan dan perkampungan jangan sampai pembangunan hanya berpusat di kota,” ungkapnya. [Piet]