
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat, Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, membuka ruang pertemuan dan dialog secara langsung bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali.
Langkah ini diambil Gubernur Fakhiri, untuk memangkas birokrasi dan menciptakan komunikasi dua arah yang efektif antara pemimpin dan warga di Provinsi Papua.
“Ruang dialog ini bertujuan utama untuk mendengar secara langsung keluh kesah, saran, dan pendapat dari masyarakat. Kita memberikan solusi kepada masyarakat,” ujar Gubernur Fakhiri dalam rilis nya pada Jumat (5/12/25)
Menurut Gubernur Fakhiri bahwa mekanisme pertemuan tatap muka langsung dengan masyarakata dinilai sangat efektif untuk menyerap aspirasi tanpa adanya sekat.
“Kalau lewat mekanisme (birokrasi) cukup ribet, ruang dialog ini menjadi solusi alternatif untuk ketemu langsung dengan masyarakat,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa tidak semua keinginan masyarakat mungkin dapat terealisasi, namun pertemuan tersebut menjadi jawaban atas kerinduan warga untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemimpin mereka.
Untuk menjamin konsistensi dan kemudahan akses bagi masyarakat, Gubernur Fakhiri menetapkan jadwal rutin untuk sesi pertemuan yakni, Jadwal Rutin: Dua kali seminggu masing-masing setiap hari hari Selasa dan Kamis.
Sementara waktu ditentukan pada siang hari pukul 12.00 WIT hingga 15.30 WIT.
Perintah Serupa untuk Seluruh Pimpinan OPD Inisiatif keterbukaan ini tidak berhenti pada dirinya sendiri.
Pada kesempatan itu, Gubernur Fakhiri meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua untuk melakukan hal serupa selama masa kepemimpinannya.
“Bukan hanya saya tapi seluruh pejabat juga melakukan hal yang sama, entah itu ke pasar atau ke lingkungan masyarakat,” tukasnya.
Menurutnya, kunjungan para pejabat ke tengah masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung.
“Tujuan lain juga untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat itu sendiri, ketika ketemu tidak salahnya keluarkan uang Rp 1 juta untuk masyarakat,” ujar Gubernur Fakhiri, menekankan pentingnya interaksi yang bermanfaat secara langsung.
Lebih lanjut, Gubernur Fakhiri berharap kebijakan keterbukaan dan turun langsung ke lapangan ini juga dapat diikuti dan dilaksanakan oleh para Bupati di seluruh Provinsi Papua. [redaksi]










