
Puluhan Rumah Kios yang Menjadi Pusat Perekonomian di Kabupaten Tolikara ludes terbakar, pada Senin (4/9/2017). (Ist/PapuaSatu.com)
Tolikara, PapuaSatu.com – Sebanyak 52 unit rumah kios (Rumki) di ibu kota kabupaten Tolikara, ludes dilahan si jago merah. Peristiwa ini terjadi, Senin (4/9/2017) malam sekitar pukul 21.10 WIT.
Dari data yang dihimpun PapuaSatu.com, kebakaran hebat itu diduga karena meledaknya sebuah kompor dari salah satu rumah kios yang menjual bahan bakar minyak.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun diketahui 50 kepala keluarga terpaksa kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, akibat harta kekayaan mereka dilahap api dalam seketika.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tolikara Derwes Jikwa saat dihubungi menyebutkan, peristiwa kebakaran yang terjadi langsung melakukan tindakan penanganan social terhadap para korban.
Bahklan Pemerintah setempat telah menyerahkan bantuan sementara seperti, Selimput, makanan dan obat-obatan bagi para korban yang saat ini mengungsi di halaman Markas Koramil Karubaga.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi membenarkan terbakarnya 52 bangunan semi permanen yang digunakan warga di Karubaga sebagai tempat tinggal dan kios. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu.
Dari hasil penyelidikan sementara, kata Kamal, kebakaran itu diduga berasal dari ledakan kompor. Hal ini sebagaimana keterangan dari salah satu pemilik kios yang mendengar bunyi ledakan dari sebuah kios. “Anggota Polres Tolikara masih menyelidiki penyebab kebakaran 52 bangunan tersebut,” kata Kamal, Selasa.
Mantan Wakapolres Depok ini menuturkan, 50 keluarga diungsikan akibat kebakaran tersebut. “Kios yang terbakar juga menjadi tempat tinggal pedagang dan keluarganya. Saat ini mereka masih mengungsi ke halaman Markas Koramil Karubaga,” terangnya.
Kamal mengaku aparat kepolisian setempat belum bisa menaksirkan jumlah kerugian materil dalam musibah ini. “52 kios ini masuk dalam kawasan perbelanjaan barang kebutuhan pokok dan material bangunan. Untuk saat ini data kerugiaan yang diderita para korban masih didata,” tambahnya.(Nius)










