Brigjen Pol Prasetijo Divonis Tiga Tahun Penjara, Kapolri : Hukum Tidak Tajam ke Bawah

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis

JAKARTA, PapuaSatu.com – Kasus surat jalan palsu yang menjerat tiga terdakwa, yaitu Djoko Tjandr, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking telah mendapat vonis majelis hakim yang menyatakan ketiganya bersalah.

Vonis tersebut, untuk mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo diganjar tiga tahun penjara.

Sementara Djoko Tjandra dihukum 2 tahun 6 bulan penjara, sedangkan Anita Kolopaking dipidana 2 tahun 6 bulan penjara.

Atas vonis tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan menghormati keputusan majelis hakim.

“Polri menghormati keputusan majelis hakim atas vonis ketiga terdakwa tersebut,” kata Idham dalam keterangannya, Rabu (23/12/2020).

Idham menekankan, dengan vonis tersebut proses penegakan hukum di internal Polri berjalan secara profesional dan tak pandang bulu.

Siapapun anggota Polri yang terbukti melakukan kesalahan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

‚ÄúSejak awal komitmen Polri sudah jelas, proses penegakan hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas, tetapi imbang dan merata untuk siapapun,” tegas mantan Kabareskrim Polri itu.

Idham menekankan, Korps Bhayangkara dewasa ini semakin profesional, modern dan terpercaya dalam reformasi birokrasi. Komitmen penerapan reward and punishment selalu dikedepankan.

“Anggota yang berprestasi tentu akan mendapatkan penghargaan. Mereka yang melanggar hukum tak ragu kami sikat secara aturan hukum,” ucap Idham.[redaksi]