
SENTANI, PapuaSatu.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura menegaskan pentingnya peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam upaya penanggulangan stunting di daerah.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Demas Alfaris Worumi, SSTP, MAP, saat membuka kegiatan penguatan kapasitas guru PAUD dalam sosialisasi penanganan stunting yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura melalui Bidang PAUD dan Dikmas Kabupaten Jayapura.
Menurut Demas Worumi, guru PAUD memegang posisi strategis karena setiap hari berinteraksi langsung dengan anak-anak usia 2–3 tahun, kelompok usia yang sangat rentan mengalami kekurangan gizi kronis. Ia menekankan bahwa peningkatan pemahaman guru tentang ciri-ciri stunting menjadi sangat penting.
“Kami berharap guru-guru PAUD bisa belajar, kemudian kembali ke sekolah masing-masing menjadi media informasi bagi orang tua. Banyak orang tua belum memahami ciri-ciri anak stunting, sehingga kegiatan ini sangat penting dilakukan,” ujar Demas Worumi.
Ia menjelaskan bahwa guru PAUD tidak hanya mengajar, tetapi juga mengamati tumbuh kembang peserta didik. Dengan kedekatan itu, guru dapat mendeteksi gejala stunting sejak dini dan menyampaikan kondisi tersebut kepada orang tua agar mendapat penanganan tepat.
“Guru PAUD tahu kemampuan anak-anak didiknya. Kalau ada masalah, mereka bisa menyampaikan kepada orang tua. Stunting itu kekurangan gizi ekstrem, dan sering kali orang tua tidak menyadari. Pemerintah menjadikan PAUD sebagai salah satu strategi utama untuk menyelesaikan persoalan ini,” tambahnya.
Selain itu, Sekdis Dik menegaskan bahwa PAUD memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi bangsa menyongsong Indonesia Emas 2040. Menurutnya, sejak usia dini anak perlu dibentuk memiliki daya juang yang kuat agar mampu bersaing di masa depan.
“Peran paling penting PAUD adalah menyiapkan generasi bangsa. Untuk menyambut 2040, anak-anak harus punya daya juang. Saat ini banyak anak, termasuk di Papua, mulai kehilangan dorongan itu. PAUD berperan menanamkan sejak dini bahwa mereka harus memiliki daya juang yang kuat,” ujar Demas.
Ia menegaskan bahwa kemampuan intelektual saja tidak cukup tanpa semangat dan ketangguhan mental yang dibentuk sejak usia dini. Karena itu, pendidikan PAUD menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pendidikan berkomitmen melanjutkan program penguatan guru PAUD, baik dari aspek kesehatan anak maupun pengembangan karakter, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju generasi emas 2040.
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Kabupaten Jayapura, Purwanto mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan stunting untuk para guru PAUD agar para guru PAUD tersebut bisa turut melakukan kegiatan penanggulangan stunting.
Untuk kegiatan tersebut, pihaknya mengundang peserta 100 guru PAUD se-Kabupaten Jayapura.
Dalam memberikan pemahaman terkait stunting, pihaknya menghadirkan Bunda Paud Kabupaten Jayapura, Ny. Dewi Sartika Sibarani Wonda,S.Par, yang juga merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Jayapura, Dinas Dukcapil, dari BPMP Papua, Dinas Kesehatan dan dari Internal Dinas Pendidikan.[yat]










