
SENTANI, PapuaSatu.com – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH.MH menegaskan bahwa seluruh program dan kegiatan yang akan dikerjakan di masa kepemimpinannya tidak ada yang berasal dari pikiran bupati dan wakil bupati.
Hal itu diungkapkan Bupati Yunus Wonda dalam kesempatan kunjungan kerjanya di Kampung Doyo Lama, yang didampingi sejumlah asisten dan pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Senin (14/7/25).
“tidak ada program yang dari pikiran bupati dan wakil bupati, semua kami akan lakukan program dari masyarakat. Karena itu yang masyarakat inginkan,” ungkapnya.
Dikatakan, bahwa semua program kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Jayapura adalah diambil dari aspirasi masyarakat.
“Tahun 2026 semua akan jalan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Dijelaskan, bahwa hal itu untuk program dan kegiatan Tahun 2026 dan seterusnya hingga apa yang menjadi aspirasi masyarakat, terutama untuk kepentingan umum telah terpenuhi dan masyarakat merasa puas.
“Satu tahun itu tong pu pikiran selesai, tahun berikut lagi, tong datang lagi apa lagi, tahun berikut sama lagi sampai kepentingan di kampung untuk masyarakat sudah terpenuhi dan sudah puas,” ujarnya.
Bupati Yunus Wonda pun meminta kepada masyarakat yang ingin aspirasinya terjawab di Tahun 2026 bisa segera menyampaikannya sesuai mekanisme yang ada.
“Jadi bapak ibu masyarakat adat, kalau itu merupakan kepentingan masyarakat umum sampaikan kepada kami sebelum kita masuk Tahun 2026,” ujarnya.
Sebab, kata bupati, kalau nanti Peraturan Daerah (Perda) tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026 sudah ditetapkan oleh DPRK, makatidak bisa masuk lagi program dan kegiatan baru.
Sehingga jika ada aspirasi baru setelah penetapan Perda APBD 2026, harus dimasukkan kembali untuk Tahun 2027, yang penetapan RAPBD-nya dilakukan di Tahun 2026.[yat]










