Covid-19 Kembali Makan Korban, Seorang Warga Kota Jayapura Meninggal Dunia

0
3282
Caption : Tim Satgas saat mengevakuasi pasien Covid-19 dari Rumah Sakit Marthen ke Mobil Jenazah, pada Selasa (07/04/2020).
Caption : Tim Satgas saat mengevakuasi pasien Covid-19 dari Rumah Sakit Marthen ke Mobil Jenazah, pada Selasa (07/04/2020).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Seorang Pasien Covid-19 warga Entrop, Distrik Jayapura Selatan-Kota Jayapura-Papua, Timeyaman Harefa meninggal dunia di rumah sakit Marthen Indey, Selasa (07/04/2020)  pukul 02.00 WIT.

Pasien asal kelahiran Nias Provinsi Sumatera Utara berusia 43 tahun tersebut berobat di rumah Sakit AL dr. Soedibjo sardadi Lantamal X Jayapura. Ia datang ke rumah sakit dengan inisiatif sendiri dan diketahui ditangani oleh dr. Theopilus Obed Lay, Sp.

Setelah di lakukan pemeriksaan cepat rapid test oleh medis pasien dinyatakan terpapar corona Virus Disease (Covid -19) sehingga ditetapkan status sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) sambil menunggu hasil test Polymerase Chain Reaction (PCR).

Pasien PDP di Vonis menderita Diabetes Melidus dan Positif terinfeksi Virus Covid 19 dan selanjutnya langsung dirujuk ke Rumah sakit Tingkat II Marthen Indey Jayapura pada Rabu, 1 April 2020.

Namun nyawa pasien tidak bisa tertolong dan meninggal di rumah Sakit Marthen Indey, pada Selasa 7 April 2020 pukul 02.00 WIT,  pasien dinyatakan meninggal Dunia karena Covid-19.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi saat dihubungi PapuaSatu.com, membenarkan adanya pasien Covid-19 meninggal tadi subuh di Rumah Sakit Marthen Indey.

“Secara protap kami sudah menangani terhadap pasien dan pihak Satgas sudah mengidentifikasi keluarganya agar pihak keluarga yang sudah mempunyai kontak dengan almarhum agar mengisolasi diri,” ujarnya.

Dax mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura agar mematuhi apa yang sudah disampaikan oleh Pemerintah, Baik Pemerintah Provinsi Maupun  pemerintah Kota dan Kabupaten di Papua.

“Kita berharap warga wajib menggunakan maser dan sarung tangan saat berada di luar atau melakukan aktifitas di luar rumah dan harus jaga jarak. Namun lebih kami sarankan agar apabila tidak ada kepentingan lain lebih baik tinggal di rumah,”imbau Dax. [miki/loy]