Dampak Covid-19, Bupati Keerom Bagikan 6.340 Paket Sembako dan 1.511 Masker kepada Masyarakat di Tiga Kampung

0
180
Caption : Bupati Keerom, Muh Markum saat menyerahkan sembako secara simbolis kepada Kepala Kampung Yaturaharja di Balai Kampung Arso 10 distrik Arso Barat, Selasa (21/04/2020).
Caption : Bupati Keerom, Muh Markum saat menyerahkan sembako secara simbolis kepada Kepala Kampung Yaturaharja di Balai Kampung Arso 10 distrik Arso Barat, Selasa (21/04/2020).

KEEROM, PapuaSatu.com –  Pemerintah Bupati Kabupaten Keerom membagikan sebanyak 6.340 paket sembako dan 1.511 pcs Masker kepada masyarakat di tiga kampung wilayah Kabupaten Keerom, pada Selasa (21/04/2020).

Tiga Kampung tersebut yakni, Kampung Yaturaharja Arso 10, distrik Arso Barat, Kampung n Arso 13 distrik Skanto dan Kampung Wiantre Arso 5, distrik Skanto.

Bupati Kabupaten Keerom, Muh Markum dalam keterangan persnya mengatakan, Paket Sembako yang diberikan kepada tiga Kampung tersebut sebanyak 6.340 paket sembako dan 1.511 psc Masker telah diserahkan langsung kepada masyarakat melalui Kepala Kampung, RT dan RW.

“Pemberian paket sembako kepada masyarakat untuk membantu kebutuhan ekonomi karena dampak Covid-19 dan bantuan masker untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah kabupaten Keerom,” ungkap Bupati Markum usai penyerahan bantuan di tiga kampung.

Caption : Bupati Keerom, Muh Markum saat menyerakan masker kepada ketua RT, RW di Kampung Naramben, distrik Skantor, Selasa (21/04/2020).
Caption : Bupati Keerom, Muh Markum saat menyerakan masker kepada ketua RT, RW di Kampung Naramben, distrik Skantor, Selasa (21/04/2020).

Dalam setiap penyerahan Sembako dan Masker, Bupati Markum berharap kepada masyarakat untuk tidak henti-hentinya mengkampanyekan penyebaran Covid-19 yang di mulai tingkat Keluarga, RT, RW, Kampung hingga ke tingkat distrik dan Kabupaten.

“Saya harap harus dilakukan secara terus menerus untuk mengkampanyekan pembagian masker agar penyebaran ini segera berlalu dan normal kembali seperti sedia kala, agar  perekonomian bisa berjalan dan meningkat dari dunia usaha,” harapnya.

Selain kampanye masker juga meminta kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Keerom agar selalu menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan bersih, menjaga jarak setiap ada pertemuan minimal 1-2 meter dan hindari pertemuan berskala besar.

“ lebih baik tetap di rumah dan apabila harus ingin keluar rumah, maka wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum keluar maupun pada saat tiba di dalam rumah. Ini salah satu memutus mata rantai terhadap penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Caption : Bupati Keerom, Muh Markum saat menyerahkan bantua Sembako kepada masyarakat di Kampung Wiantre Arso 5, distrik Skanto, Selasa (21/04/2020).
Caption : Bupati Keerom, Muh Markum saat menyerahkan bantua Sembako kepada masyarakat di Kampung Wiantre Arso 5, distrik Skanto, Selasa (21/04/2020).

Dikatakan, pengalihan dana desa yang diperuntukan untuk dampak Covid-19 sesuai intruksi menteri bahwa ada beberapa jaring sosial dari penyebaran Covid-19. “Oleh karenanya saya  mengambil langkah 60 persen dari dana desa diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Bupati Markum meminta kepada semua stakholder, dan kepada TNI-Polri agar mengawal langsung pembagian bantuan yang diberikan kepada masyarakat, sampaio ke titik penerima di Kampung.

“Dalam pembagian paket sembako masyarakat atau keluarga tetap tinggal di rumah, nanti petugas dari pemerintahan kampung dan RT, rw yang akan akan membagikan di setiap rumah. Hal juga untuk menghindari dan mencegah penyebaran Covid-19,” tekan Bupati Markum. [ayu/loy]