
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ribuan massa pengunjuk rasa dari berbagai kalangan masyarakat, mahasiswa dan para tokoh di tanah Papua disambut Gubernur Papua, Lukas Enembe S.IP., MH dan seluruh pejabat Pemerintah Provinsi Papua saat tiba di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (19/08/2019).
Massa yang datang dari berbagai kalangan melakukan long march dari Ekspo Waena, Abepura, Entrop berkumpul di halaman Taman Imbi Jayapura.
Pantauan PapuaSatu.com, massa melanjutkan longmarch bersama sejumlah anggota DPR Papua menuju kantor Gubernur Papua untuk menyampaikan aspirasi atas penolakan intimidasi dan rasisme yang dilakukan sejumlah oknum aparat dan ormas terhadap mahasiswa Papua di Kota Surabaya.
Dalam aspirasi yang disampaikan ketua Umum KNPB, Viktor Yeimo menegaskan bahwa saat ini masyarakat Papua sedang mengalami penistaan, mengalami penghinaan terhadap harkat dan martabat bagi bangsa Papua.
“Negara yang dijajah dianggap rasisme dan monyet. Bagi kami itu akan tetap subur dan terpelihara. Saya mau katakan bahwa rakyat Papua adalah satatusnya terjajah. Didalam wilayah yang terjajah maka ada penindasan,” tegas Viktor Yeimo.
Keinginan Jakarta di tanah Papua menghabiskan seluruh harta kekayaan, menghabiskan ribuan hektar tanah milik rakyat Papua. “Kini saat rakyat Papua menangis, tidak bisa makan dan minum. Itu kana kami dijajah,” katanya.
Perwakilan Tokoh Gereja yang disampaikan Pdt Jhon Baransano menyatakan bahwa, rakyat Papua datang ke Kantor Gubernur Papua karena ada intimidasi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Kota Surabayat.
“Perbuatan ini merupakan pelanggaran rasis terbesar sehingga persoalan ini harus di bahwa ke Internasional,” katanya.
Namun Pdt Baransano terus berupaya menenangkan massa dan mengimbau untuk tidak muda terprovokasi. Sebab menurutnya, rakyat Papua adalah makhluk ciptaan-Nya. Tuhan jadikan kita serupa dengan gambar Allah, sehingga kita harus tetap tegap agar Tuhan yang membalas semua perbuatan mereka,” tukasnya.
Sementara itu, dalam pernyataan sikap yang disampaikan para pendemo menuntut kepada Pemerintah pusat, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur Jawa Timur menindak tegas dan memproses hukum oknum aparat keamanan dan Ormas yang melakukan tindakan rasisme terhadap mahasiswa di tanah Papua.
Mereka juga meminta kepada presiden RI untuk memberikan perlindungan kepada para pelajar maupun mahasiswa Papua agar mereka tidak ada dibawah ancaman maupun teror. “Kami juga minta kepada pemerintah di Jawa Timur meminta maaf secara terbuka kepada para mahasiswa Papua dan juga masyarakat Papua atas pernyataan rasisme,” katanya.
Gubernur Papua Lukas Enembe, S.Ip., MH menyambut baik atas kehadiran masyarakat Papua dari berbagai kalangan untuk menyampaikan aspirasinya terhadap tindakan yang dilakukan kepada mahasiswa di Surabaya.
“Aksi demo damai ini juga saya sudah layangkan surat pernyataan langsung dari saya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pada hari ini juga saya kirim aspirasi masyarakat Papua dan adik-adik mahasiswa,” katanya.
Gubernur meyakinkan kepada masyarakat dan mahasiswa bahwa aspirasi dan pernyataan sikap yang disampaikan akan sampai di Pemerintah Pusat. “Saya selaku wakil dari Pemerintah pusat. Pasti hasil aspirasi ini saya akan sampaikan ke sana,” ujarnya. [wen/loy]










