Hasil Panen Jagung di Kabupaten Keerom Siap Dipasarkan ke Luar Papua

0
204
Caption : Bupati Kabupaten Keerom, Muh Markum bersama Ketua DPRD, Bambang Mujiono dan para OPD serta pendamping, saat memanen Jagung Hibrida di Dusun Tuwi, Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, pada Minggu (20/07/2020) sore.
Caption : Bupati Kabupaten Keerom, Muh Markum bersama Ketua DPRD, Bambang Mujiono dan para OPD serta pendamping, saat memanen Jagung Hibrida di Dusun Tuwi, Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, pada Minggu (20/07/2020) sore.

Keerom, PapuaSatu.com – Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom dan DPRD Kabupaten Keerom dalam membangkitkan para petani untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemik Covid-19 akhirnya tercapai.

Hal tersebut dibuktikan pada panen raya Jagung Hibrida yang dilakukan oleh Bupati Kabupaten Keerom, Muh Markum bersama Ketua DPRD, Bambang Mujiono dan para OPD serta pendamping di Dusun Tuwi, Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, pada Minggu (20/07/2020) sore.

“Panen raya Jagung jenis Hibrida pada hari ini, sebagai bukti nyata yang dilakukan oleh Pemerintah daerah bersama legislative dalam meningkatkan ketahanan pangan di kabupaten Keerom di tengah Pandemik Covid-19,” ungkap Bupati Markum kepada wartawan usai penanaman Jagung.

Bupati Markum menyebutkan, hasil panen raya Jagung seluas 2 hektar tersebut siap di pasarkan, baik di Jayapura, Kota Jayapura sampai ke luar Papua seperti Surabaya dan Blitar.

“Kami terus memberikan motivasi kepada petani khususnya, penanaman Jagung dan Kedelai serta komiditi lainnya untuk meningkatkan produksinya, dan karena hasil Jagung ini sudah siap didistribusikan ke Surabaya dan Blitar,” katanya.

Untuk itu, Bupati Markum berharap kepada para petani untuk tidak berhenti melakukan penanaman Jagung. Sebab, dari koordinasi yang dilakukan di Surabaya dan Blitar tidak ingin hasil Panen Jagung terhenti.

“Mereka maunya secara terus menerus dan ini sangat membantu kita dalam meningkat perekonomian masyarakat, khususnya bagi para petani,” ungkap Bupati Markum.

Apalagi lanjut Bupati, dalam 1 hektar bisa menghasilkan 6 sampai 11 Ton Jagung hasil panen.  Hal ini dibuktikan dengan jarak tanam hasil yang sangat bagus. “Jadi sudah bagus, baik cara tanam sampai cara penyimpanannya,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Bupati Markum, pihaknya telah menyiapkan lahan seluar 61 hektar untuk dilakukan penanaman jagung di wilayah Kabupaten Keera serta komoditi lainnya.

“Ini  upaya pemerintah daerah dan legislative untuk mendorong ketahanan Pangan agar bisa terwujud, karena di  kabupaten Keerom 90 persen adalah petani,” katanya.

Lanjutnya, perencanaan jagung ini dilakukan bulan ke-3 karena dari relokasi dan rekofusing anggaran ntuk penanganan Covid-19 sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2020. “ Dasar itulah Pemerintah daerah secara terus menerus memberikan motivasi dari dampak ekonomi yang ada di kabupaten Keerom,” ucapnya.

Selain pengiriman Jagung, pihaknya akan mendatangkan alat pengolahan untuk pakan ternak yang dimulai dari batang sampai ke janggel. “Jadi selain jagung, batangnya bisa untuk makanan ternak, seperti Sapi, Babi, Ayam. Kami nanti akan ramu sedemikian rupa,”ujarnya.

Sementara Itu, kepala Dinas dan Perikanan Kabupaten Keerom, Sunar, SP, mengatakan,  di Dusun Tuwi, Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom ini, sudah siap memasarkan 50 ton.

“Untuk saat ini sudah siap di panen sebanyak 5 hektar dan hasilnya bisa mencapai 50 ton hingga lebih,” kata Sunar. [miki/loy]