Masyarakat NTT Bentuk Ikatan Keluarga Flobamora di Kabupaten Jayapura

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Provinsi Papua, Sulaeman Hamzah saat berfoto bersama para tokoh masyarakat NTT, usai pembukaan Musda I Ikatan Keluarga Flobamora Kabupaten Jayapura, Senin (18/10/21)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Provinsi Papua, Sulaeman Hamzah saat berfoto bersama para tokoh masyarakat NTT, usai pembukaan Musda I Ikatan Keluarga Flobamora Kabupaten Jayapura, Senin (18/10/21)

SENTANI, PapuaSatu.com – Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bermukim di wilayah Kabupaten Jayapura resmi membentuk ikatan keluarga Flobamora NTT sendiri.

Hal itu dengan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I Ikatakan Keluarga Besar Flobamora NTT Kabuaten Jayapura, di Hotel Horex Sentani, Senin (18/10/21).

“Di Kabupaten Jayapura ini yang terakhir dari seluruh kabupaten/kota di Papua, karena masyarakat NTT di sini lebih memilih dibawah kepemimpinan Tungku,” ungkap Sulaiman Hamzah, selaku Ketua Kerukunan Keluarga Flobamora Provinsi Papua dalam sambutannya pada acara pembukaan Musda tersebut.

Dikatakan, pembentukan Ikatan Keluarga Flobamora Kabupaten Jayapura, sebagai tindak lanjut setelah telah terbentuknya Ikatan Keluarga Flobamora Kota Jayapura tersendiri.

Yang mana, selama ini masyarakat NTT di Kabupaten Jayapura secara organisasi kemasyarakatan masih menjadi satu dengan Kota Jayapura, dan kebanyakan Kabupaten Jayapura memilih bergabung dibawah kepemimpinan adat atau diistilahkan dengan tungku adat.

“Dan beberapa kali penugasan untuk dilakukan Musda, itu selalu ada alasan, dan baru hari ini terjadi Musda I,” jelas politisi Partai Nasdem tersebut.

Pentingnya berdirinya Ikatan Keluarga Flobaora di tingkat Kabupaten Jayapura, agar lebih terorganisirnya keberadaan masyarakat asal NTT yang jumlahnya terus bertambah.

“Sehingga ada pintu komunikasi antara pemerintah daerah dengan paguyuban-paguyuban, dan Flobamora bisa terwakili organisasinya,” lanjutnya.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE,M.Si dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa kerukunan atau paguyuban masyarakat menjadi kekuatan di Kabupaten Jayapura.

“Seluruh komponen masyarakat yang ada, paguyuban-paguyuban, itu menjadi kekuatan kita untuk membangun daerah ini,” ujar bupati.

Hal itu, karena Kabupaten Jayapura telah dicanangkan sebagai zona integritas kerukunan sejak Tahun 2019.

Sehingga diharapkan seluruh komponen masyarakat dapat bersatu padu, sehingga apapun yang pemerintah programkan bisa disambut secara bersama-sama dalam satu barisan.[yat]