Minum Miras Oplosan, Empat Warga di Jayapura Meningga Dunia, Dua Kritis

0
271
Caption : Salah satu korban meninggal dunia akibat miras oplosan disemayamkan di rumah duka
Caption : Salah satu korban meninggal dunia akibat miras oplosan disemayamkan di rumah duka

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Empat orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat meminum minuman keras Oplosan, Minggu (29/09/2019) pukul 14.00 WIT di Obale Kampung Mamdali Distrik Sentani Timur.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Am Kamal,  ketika dikonfirmasi membenarkan laporan meninggalnya empat warga akibat meminum miras oplosan di kabupaten Jayapura. “Empat Korban sempat dievakuasi ke RSUD Yowari untuk dilakukan otopsi dan dua diantaranya dirawat,”  ujarnya.

Kamal menjelaskan, peristiwa itu berawal Minggu (29/09/2019) pukul 13.00 WIT, Kasat Narkoba Ipda Hotma P.A Manurung, S.Tr.K. mendapat informasi  dari Kapolsek Sentani timur bahwa ada telah datang masyarakat ke Polsek Sentani timur yang mengadu ada korban meninggal dunia dikarenakan meminum minuman keras oplosan.

Mendapat informasi tersebut, Kasat Narkoba bersama tim langsung menuju lokasi selanjutnya menuju salah satu korban meninggal dunia Marnex Ohee.

“Tiba dilokasi Kasat memberikan pemahaman kepada keluarga korban untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap keluarga yang diduga kuat membuat minuman oplosan tersebut,” ujarnya.

Empat orang korban meningga dunia ini masing-masing, Daud Yoku,  Marnex Ohee, Yoris  Wally, Absalom Yoku. Sedangkan korban kritis masing-masing, Hendrik Pallo dan Hanok Yoku. Keduanya masih dirawat di RSUD Yowari.

Kamal menyebutkan,  saat ini polisi sudah mengamankankan  1 Buah Botol Aqua yang diindikasi Minuman Keras Oplosan. “Yang jelas, tindakan kepolisian sudah dilakukan dengan mengecek kondisi korban ke rumah sakit dan melakukan pendekatan kepada para tokoh dan keluarga korban agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Kamal pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan – tindakan yang dapat menimbulkan masalah baru lagi, percayakan penangananya kepada pihak  kepolisian. [redaksi]