Munculkan Semangat Masyarakat Adat Bersatu, Berdaulat dan Mandiri, KMAN VI Tunjukkan “Kami Masih Ada”

45
Masyarakat adat dari berbagai suku se-Nusantara saat berkumpul di Lapangan Theys Eluay Sentani saat mengikuti rangakaian KMAN VI 2022, Senin (24/10/22)
Masyarakat adat dari berbagai suku se-Nusantara saat berkumpul di Lapangan Theys Eluay Sentani saat mengikuti rangakaian KMAN VI 2022, Senin (24/10/22)

SENTANI, PapuaSatu.comKetua Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI, Mathius Awoitauw,SE,M.Si mengatakan masyarakat adat bersatu, berdaulat dan mandiri menjadi semangat bersama di Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-VI (KMAN VI) 2022.

“Ini  merupakan semangat kita bersama, sebagai masyarakat adat yang terus  akan memperjuangkan hak-hak masyarakat adat,” tegas Mathius Awoitauw dalam sambutannya pada pembukaan KMAN VI di Stadion Barnabas Youwe,  Senin (24/10/2022) di Sentani, Jayapura.

Dikatakan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) memiliki  kekayaan alam yang luar biasa.

Untuk itu, masyarakat adat khususnya di Tanah Papua, merupakan bagian integral dari  amanat Undang-Undang Otonomi Khusus.

Sebagai misal, di Kabupaten Jayapura melalui perjuangan panjang, hingga akhirnya bisa mendapatkan 14 kampung adat, dan masih ada 38 kampung yang tidak lama lagi akan dikukuhkan menjadi kampung adat.

Dengan demikian, Kabupaten Jayapura telah membuktikan keabsahan wilayah adatnya melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Untuk itu, kata Awoitauw yang adalah Bupati Jayapura itu, bahwa bukan sekedar pengakuan. Tetapi, ada kantor yang bertugas mengurus hak-hak ulayat dan hal-hal yang berkaitan dengan wilayah adat dan berada di Kantor Bupati Jayapura.

Menurut Mathius Awoitauw, pekerjaan besar harus terus diperjuangkan hingga mendapatkan pengakuan dan itu membutuhkan waktu yang lama.

Momen hari ini (Senin, 24 Oktober) merupakan peringatan,  Sembilan tahun kebangkitan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura.

“Ini bertanda, kami masih ada” tegasnya.

Diakuinya, bahwa semangat masyarakat adat tidak pernah pudar.

“Perjuangan bersama, tak ada perbedaan suku, agama, ras, tetapi dalam masyarakat adat, kita satu,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Papua, yang diwakili Asisten III Bidang Umum Setda Provinsi Papua, Y Derek Hegemur dalam sambutannya mengapresiasi KMAN VI yang berlangsung di Kabupaten/Kota Jayapura.

Hegemur menilai, nilai-nilai adat, budaya yang telah ada di masyarkat adat itu sendiri harus tetap dipelihara.

“Kita harus tetap pelihara. Khususnya di Papua, dengan adanya UU Otonomi Khusus(Otsus) Papua,” tegasnya.

Mesti terus didorong melalui Perdasus (regulasi) yang kemudian ditetapkan menjadi kampung-kampung berbasis adat. Semua itu, demi keutuhan manusia, tanah  dan hutan di Papua.

Untuk diketahui bahwa pembukaan KMAN VI dihadiri lebih dari  2.449 Komunitas Masyarakat Adat se-Nusantara, dan puluhan perwakilan komunitas adat internasional.

Bertema ”Bersama pulihkan kedaulatan Masyarakat Adat Untuk Menjaga Indentitas Kebangsaan Indonesia yang beragam  dan Tangguh  Menghadapi Krisis”,  Pembukaan  KMAN berlangsung di  Stadion Barnabas Youwe (SBY), Sentani,  Kabupaten Jayapura, Papua.[mc kmanvi/yat]