Pemda Diminta Lindungi Penyu Belimbing di Manokwari

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Guna melindungi dan melestarikan Penyu Belimbing di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Komunitas Diving Ketapang (KDK) Manokwari, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memberikan perhatian.

Pasalnya, Penyu belimbing merupakan salah satu hewan langka karena tidak sama dengan penyu hijau atau penyu lainnya. Perbedaan yang mencolok, penyu belimbing tidak bisa ditangkar.

Hewan langka yang biasanya memiliki usia 100 hingga 150 tahun dengan berat mencapai 800 kg ini, merupakan satwa yang bebas hidup di laut.

Dalam proses bertelur, penyu akan menggali lubang sedalam 1 meter. Sekali bertelur, telur penyu belimbing berjumlah lebih-kurang 80 butir. Tukik akan menetas setelah 60 hari.

Secara umum, penyu belimbing memiliki ciri-ciri yang unik. Penyu tersebut berukuran paling besar dibanding penyu jenis lainnya.

Dimana, panjang lengkungan punggungnya sekitar 1 – 4 meter. Penyu ini juga merupakan penyu satu-satunya yang tidak memiliki karapas keras. Sedangkan bentuk punggungnya menyerupai belimbing yang memiliki uliran tajam.

“Hewan yang dilindungi habitatnya, terutama jenis penyu belimbing yang adalah jenis langkah di dunia,”Ketua Komunitas Diving Ketapang Manokwari, Alex Sitanala kepada papuasatu.com, Rabu (20/7/2022).

Namun, kata Alex, hingga saat ini terlebih khusus di Manokwari belum ada perhatian serius dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun Pemerintah Provinsi Papua (Pemprov) Papua Barat terlebih khusus instansi terkait.

Lanjutnya, tetapi sangat disayangka sikap instansi terkait khusus Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua barat, yang terlihat lambat dalam merespon persoalan ini.

Padahal, perlindungan habitat penyu belimbing dan beberapa jenis penyu lainnya itu menjadi kewajiban pemerintah setempat.

Dicecar mengenai upaya, Ketua KDK Manokwari mengemukakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Kepala Dinas agar memberikan solusi dan memperhatikan persoalan yang dihadapi oleh para pecinta penyu.

“Tapi kami hanya kenyang dengan janji-janji dinas terkait, maka besar harapan kami agar penjabat Gubernur bisa melihat persoalan yang dihadapi pencinta penyu Manokwari,”harapnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua KDK Manokwari menghimbau kepada masyarakat yang berada di pesisi Manokwari, untuk tidak memburu penyu.

Perlu diketahui, Komunitas Ketapang Diving (KDK) Manokwari adalah kelompok penyelam anak-anak asli Papua, yang didominasi oleh putra – putri asli Doreri.

Komunitas ini terus bergerak menjaga habitat laut yang harus dilindungi dan dilestatikan, tapi juga memperbaiki kerusakan karang laut di Teluk Doreri. [free]