Pernah Sukses di Nasional, Inovasi Chatbot Astra Motor Papua untuk Mitigasi Bencana Bagi Karyawan

Bagas Fensanarko, Adfin Manager Astra Motor Papua
Bagas Fensanarko, Adfin Manager Astra Motor Papua

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Astra Motor Papua terus berkomitmen memperkuat sistem mitigasi bencana dan keselamatan kerja di lingkungan internal perusahaan, salah satunya dengan tetap mempertahankan penggunaan chatbot darurat.

Yang mana, inovasi teknologi chatbot darurat tersebut sempat meraih prestasi di ajang kompetisi tingkat nasional yang digelar Astra Motor pada tahun 2024 lalu, fokus utama kini bergeser pada peningkatan respons dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal tersebut diungkapkan oleh Bagas Fensanarko, Administration & Finance (Adfin) Manager Astra Motor Papua, saat ditemui di Kantor Astra Motor Papua, Entrop, Kota Jayapura, Selasa (9/6/2026).

Menurut Bagas, teknologi chatbot yang telah dibangun hingga kini masih tetap dipertahankan.

Sistem otomatis ini dirancang khusus untuk kondisi darurat (urgent) guna mempercepat proses evakuasi.

“Tetap kita pakai, jadi itu kan untuk kondisi urgent. Kalau bener-bener udah harus dilakukan evakuasi, baru saya aktifin chatbot-nya untuk nge-blast ke handphone semua karyawan. Fungsinya untuk mengarahkan karyawan,” ujar Bagas.

Meski demikian, Bagas bersyukur sistem darurat tersebut belum pernah diimplementasikan dalam situasi bencana riil karena kondisi operasional kantor yang selalu aman.

Sejauh ini, teknologi tersebut hanya diaktifkan untuk keperluan uji coba internal.

“Sebenernya sejak dibuat pun juga nggak pernah kita implementasi beneran. Semoga nggak ada (bencana) ya, karena sekarang udah aman lah. Ya kadang kita cuma testing saja untuk simulasi chatbot-nya,” jelasnya.

Memasuki tahun 2025, kompetisi inovasi di tingkat nasional sebenarnya masih terus bergulir. Namun, Astra Motor Papua memilih untuk mengubah strategi.

Perusahaan tidak lagi berfokus pada kecanggihan sistem digital semata, melainkan pada pembentukan karakter karyawan yang tanggap darurat.

“Chatbot-nya tetap jalan untuk menyebarkan informasi, tapi lebih ke melatih orangnya untuk responnya bagaimana. Karena kan kita paham, sistem kita buat chatbot secanggih apapun, kalau pribadi yang harus merespon tidak tahu harus bergerak apa kan juga sama aja,” urai Bagas.

Oleh karena itu sepanjang tahun 2025, fokus utama dialihkan untuk mengubah kebiasaan (habit) karyawan agar bisa menjadi jauh lebih responsif saat menghadapi situasi kritis.

Siap Unjuk Gigi di Akhir Tahun 2026Ketika ditanya mengenai target dan keikutsertaan dalam kompetisi nasional pada tahun 2026 ini, Bagas menegaskan bahwa Astra Motor Papua tidak akan absen.

Pihaknya memastikan diri untuk kembali ikut serta dalam ajang tahunan tersebut yang biasa digelar pada akhir tahun.

“Setiap tahun di akhir tahun selalu ada saja lombanya. Tapi pasti saya akan ikutin lah. Entah itu masih di chatbot-nya atau di bagian yang lain,” pungkas Bagas optimis.[yat]