Polisi Berhasil Amankan Wanita Pemilik Ganja Yang Akan Dikirim ke Timika

70

SENTANI, PapuaSatu.com – Setelah melakukan pengembangan atas kasus pengiriman narkotika jenis ganja yang berhasil digagalkan melalui pemeriksaan X-ray di Bandara Sentani, aparat Poles Jayapura berhasil mengamankan pemilik sebenarnya, yakni seorang wanita benisial MLMK (30).

Aparat Resnarkoba Polres Jayapura juga berhasil mengamankan barang bukti yang masih disimpan pelaku di rumahnya.

Untuk diketahui, pada Hari Rabu (06/12) pagi, aparat gabungan TNI, Polri dan Security Bandara Sentani berhasil menggagalkan upaya pengiriman Narkotika jenis ganja.

Aparat berhasil mengamankan 36 bungkus yang disimpan di dalam 2 (dua) paket yang dibawa seorang pria berinisial RB (28).

Namun dari pemeriksaan RB mengaku barang tersebut merupakan titipan dan diberitahu isinya adalah ikan asar dan sayur.

“Dari hasil pengembangan diketahui MLMK (30) yang memesan dan mengirim barang ini (ganja) ke Timika,” ungkap Kapoles Jayapura, AKBP Fredrickus W.A. Macklarimboen kepada wartawan di Satuan Res Narkoba, Selasa (12/12).

Dikatakan, setelah dilakukan penyelidikan di kediaman tersangla di Ardipura, Distrik Jayapura Selatqn, Kota Jayapura, kembali didapati barang bukti Narkotika jenis Ganja yang sudah dikemas dalam dua kemasan berbentuk bola dan siap dikirim.setelah dibongkar, diketahui kemasan tersebut berisi ganja yang dibungkus plastik bening sebanyak 30 bungkus.

“Sehingga total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 66 bungkus ganja, dengan berat 1.138,18 gram,” ungkapnya lagi.

Dikatakan, pihaknya terkendala saat hendak mengungkap sindikat perdagangan ganja tersebut, karena orang yang menjadi tempat tersangka MLMK ganja sudah meninggal dunia.

“Ini ada mata rantai yang terputus, dan target yang di Timika pun belum bisa kita pastikan, karena yang tau adalah yang meninggal itu,” ujar Kapolres.

Dikatakan, tersangka MLMK mengaku baru pertama kali melakukan pengiriman ganja.

Sedangkan RB yang kedapatan pertama membawa ganja ke Bandara Sentani, oleh penyidik statusnya masih saksi.

Atas perbuatannya, MLMK dijerat dengan Pasal 111 ayar (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.[yat]