Retret Kepala Daerah, Yunus Wonda : Momen Berharga untuk Membangun Sinergi dan Silaturahmi Antar Kepala Daerah

Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H.
Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H.

BANDUNG, PapuaSatu.com – Menjadi peserta retret gelombang dua bagi kepala daerah baru (gubernur, wakil gubernur, walikota, wakil walikota, bupati dan wakil bupati), menjadi momen yang sangat berharga.

Sebagaimana diungkapkan Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., yang menjadi peserta retret gelombang kedua yang berlangsung di Kampus IPDN Jatinangor, Bandung, Jawa Barat selama empat hari (22-26 Juni 2025).

Yunus Wonda dalam rekaman wawancara singkat mengungkapkan pengalaman dan kesannya selama mengikuti kegiatan yang mengusung nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan wawasan kebangsaan tersebut.

Diceritakan, bahwa di hari pertama diisi dengan penyambutan dan orientasi, dan untuk kegiatan intinya dimulai pada hari berikutnya.

“Pagi hari, jam 04.30 kami sudah bangun dan memulai agenda sejak subuh. Kami senam bersama, lalu kembali ke asrama untuk bersiap mengikuti materi. Dari pagi hingga malam, kegiatan padat, tapi sangat berkesan,” ceritanya, Senin (24/6).

Dikatakan, kegiatan retret kepala daerah bukan sekadar pembekalan formal, tetapi juga momen berharga untuk membangun sinergi dan silaturahmi antarkepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia.

“Di sini hadir lebih dari 80 kepala daerah, gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota dan wakilnya. Kita tidak hanya belajar dari narasumber, tapi juga saling berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi dari daerah masing-masing. Ini menjadi pembelajaran bersama yang sangat berharga,” ungkapnya.

Menyoroti pentingnya kegiatan retret tersebut, menurut Yunus Wonda sebagai upaya menyamakan visi nasional dalam pembangunan daerah.

“Sebagai kepala daerah, kami punya visi dan misi masing-masing. Tapi kegiatan ini mengingatkan kami bahwa kami juga harus mampu menerjemahkan visi dan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden ke dalam kebijakan di daerah,” tegasnya.

Selain iatu, Yunus Wonda mengaku mendapat pelajaran penting, yakni dalam hal kemandirian dan kedisiplinan.

“Di sini kami belajar mandiri. Tidak ada ajudan atau staf. Semua kami lakukan sendiri. Ini mengajarkan bahwa pemimpin juga harus bisa mengurus dirinya sendiri. Disiplin waktu dan tanggung jawab menjadi bekal penting dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.[yat]