
SENTANI, PapuaSatu.com – Suasana haru dan bangga menyelimuti perayaan Reuni Akbar HUT SMAN 1 Sentani ke-44.
Kegiatan yang berlangsung cukup meriah tersebut, dihadiri seluruh alumni mulai dari angkatan pertama tahun 1985 hingga angkatan terbaru angkatan 44.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., dan Bupati Jayawijaya, Atenius Murib yang juga merupakan alumni SMAN 1 Sentani, serta sejumlah tokoh dan alumni, salah satunya Giri Wijayantoro, alumni Angkatan 1985 yang juga mantan Wakil Bupati Jayapura periode 2017-2022.
Bupati Jayapura Yunus Wonda mengapresiasi kekompakan alumni yang bisa berkumpul dari angkatan 1 hingga angkatan 44.
“Ini yang ke-44. Ya tentu saya lihat ini hal yang luar biasa ya. Bagaimana semua angkatan bisa hadir sampai ke angkatan 44. Ini kan bagian dari silaturahmi yang memang harus dibangun,” ujar Yunus.
Menurutnya, pertemuan lintas angkatan ini menjadi bukti bahwa SMAN 1 Sentani masih eksis dan menjadi kebanggaan masyarakat.
“Ya sehingga semua bisa lihat bahwa sekolah ini masih ada ini. Itu yang saya tadi sampaikan bahwa silaturahmi sangat penting. Semua angkatan. Sehingga di sini kita bisa tahu angkatan 1 sampai angkatan 44 itu kan bisa hadir hari ini,” katanya.
Yunus berharap pemerintah daerah terus memberi perhatian agar sekolah tersebut semakin berkembang.
“Kita harap juga ini menjadi atensi besar untuk kami pemerintah. Ya kita harap sampai sekolah ini terus berkembang. Menjadi sekolah yang ke depan standarnya harus lebih baik ke depan,” tegasnya.
Ia mengenang SMAN 1 Sentani sebagai satu-satunya SMA bergengsi di masa lalu. “Dan sekolah ini sudah memang standar yang luar biasa karena satu-satunya SMA bergengsi di tahun-tahun itu hanya SMA 1 ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yunus menyebut kehadiran para alumni yang telah sukses bisa menjadi motivasi bagi siswa saat ini.
“Kami harap untuk semua ya dengan hadirnya semua alumni ya dengan ini menjadi spirit untuk anak-adik-adik kita di belakang ini. Bahwa memang kakak-kakak kami ini pernah sekolah di sini dan mereka jadi orang-orang hebat,” pungkasnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Sentani, Kelasina Yangroserai, menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah mengabdi dari angkatan 1 hingga 44.
Kepala SMAN 1 Sentani, Kelasina Yangroserai, menyebut, awalnya dijadwalkan bertepatan dengan HUT sekolah pada 1 Juli, namun diundur agar seluruh alumni dari berbagai angkatan bisa hadir.
Kelasina menjelaskan pemilihan waktu dan tema kegiatan tersebut memiliki makna khusus.
“Kemudian kami cari momen kira-kira kapan bisa kita himpun mereka karena alumni adalah kekuatan. Dalam rangka itu sebenarnya ulang tahunnya itu tanggal 1 Juli tapi kita undur ke tanggal 18 Juli supaya seperti begini kita semua bisa hadir,” ujarnya.
“Kali ini kita ambil tema ‘Bersatu dalam Kenangan, Berkarya Demi Masa Depan’. Bersatu dalam kenangan mereka punya kenangan-kenangan indah ketika kita datang, maka kita akan maju sama-sama berkarya untuk masa depan,” lanjutnya.
Menurut Kelasina, kegiatan ini sepenuhnya digerakkan oleh para alumni. Setiap angkatan turut berkontribusi untuk menyukseskan acara.
Setiap angkatan mereka sumbang satu-satu juta bahkan ada alumni yang kasih lebih dari itu seperti Wagus Hidayat, AKBP Umar Nasatekay, Ted Mokay, dan lain-lainnya.
Ia mengaku bangga dengan kekompakan alumni yang hadir, termasuk pejabat daerah.
“Tadi ada Bupati Jayawijaya yang langsung hadir hari ini, beliau langsung turun untuk ikut kegiatan ini. Jadi luar biasa kami bahagia sekali, kami bangga,” ungkapnya.
Kehadiran para alumni yang telah sukses ini, lanjut Kelasina, diharapkan menjadi motivasi bagi siswa saat ini.
Menyinggung kondisi sarana prasarana sekolah, saat ini SMAN 1 Sentani memiliki 39 rombongan belajar, namun jumlah ruang kelas tidak mencukupi.
“Sebenarnya kita ada 39 Rombel (Rombongan Belajar), tapi yang sisanya 6 itu kami pakai lab-lab. Lab IPA yang dipakai, lab kimia, lab biologi, lab fisika dipakai untuk ruang belajar karena kami kekurangan ruangan,” jelasnya.
“Jadi seperti itu ada ruang ganti yang kami manfaatkan jadi kelas-kelas,” tambahnya.
Kelasina menyebut Bupati Jayapura telah memberi perhatian dan berencana menambah lantai gedung sekolah pada tahun depan.
Terkait dukungan alumni, ia mengapresiasi bantuan yang diberikan. “Angkatan 95 tadi kasih bantuan printer dan juga dana 25 juta untuk printer,” pungkasnya.
Sementara itu, Giri Wijayantoro, alumni Angkatan 1985 sekaligus mantan Wakil Bupati Jayapura periode 2017-2022, menyebut reuni akbar ini baru kedua kali digelar.
“Ya ini setelah alumni akbar ke 44 tahun lalu baru dirayakan yang kedua kali saat sekarang ini dan alumni SMA Negeri 1 Sentani sudah menjadi membuat warna tersendiri di Papua khususnya ya. Banyak yang sudah jadi pejabat, ada yang menjadi gubernur waktu lalu termasuk Pak Lukas,” ujar Giri.
Ia mengenang masa sekolah di angkatan pertama dengan segala keterbatasan. “Kita yang di angkatan pertama itu dengan keterbatasan dan kita sekolah lebih banyak jalan kaki,” kenangnya.
Giri berharap siswa SMAN 1 Sentani saat ini tidak berhenti belajar setelah lulus.[yat]










