Ringankan Beban Rakyat Ditengah Covid-19, Bupati Keerom Serahkan Bahan Makanan Kepada Masyarakat Kampung Dukwia

1505
Caption : Bupati Keerom, Muh Markum saat menyerahkan bantuan bahan makanan kepada masyarakat di Kampung Dukwia, Distrik Arso VIII, kabupaten Keerom, Sabtu (11/04/2020).
Caption : Bupati Keerom, Muh Markum saat menyerahkan bantuan bahan makanan kepada masyarakat di Kampung Dukwia, Distrik Arso VIII, kabupaten Keerom, Sabtu (11/04/2020).

KEEROM, PapuaSatu.com Bupati Keerom, Muh Markum menyerahkan bahan bantuan makanan kepada masyarakat Dukwia, Distrik Arso VIII Kabupaten Keerom, pada Sabtu (11/04/2020) siang.
Bantuan yang diserahkan langsung Bupati Keerom kepada para Ketua RT/RW se kampung Dukwia di Balai Kampung ini, untuk meringankan beban masyarakat ditengah menghadapi wabah Virus Corona atau Covid 19.

Bupati Markum, mengatakan, bantuan yang diserahkan sesuai instruksi dari Presiden melalui Kementerian yang diturunkan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk penanganan Covid-19.Dimana bantuan yang berasal dari dana APBD tersebut diperuntukan kepada 15 Kepala Keluarga (KK).

“Dari Pemda menganggarkan untuk 15 KK dengan menggunakan dana APBD,” kata Bupati Keerom pada penyerahaan bantuan bahan Makanan di Kampung Dukwia, distrik Arso VIII, kabupaten Keerom.

Untuk itu dana desa yang deberikan, meminta kepada seluruh kepala Kampung merencanakan supaya begitu nanti anggaran dana desa keluar bisa menangani sesuai dengan perennaan sampai di 3-12 bulan ke depan.

Sebab menurutnya, 90 persen di kabupaten Keerom semua paling banyak petani, sehingga dengan luasnya lahan pertanian daapat dimaksimalkan pengelolaan penanaman bahan pangan di kabupaten Keerom

Ia pun berharap kepada para kepala Kampung, dan Ketua RT/RW agar membagikan bahan makanan kepada warganya agar kebutuhan ditengah menghadpai Virus Corona bisa teratasi.
Kendati demikian, Bupati Markum meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita-berita yang tidak benar di media sosial.

“Kami sudah bentuk tim Gugus yang tergabung dari Dinas Kesehatan dan TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama da tokoh adat. Gugus ini diketuai Kadis Kesehatan, sehingga ketika masyarakat ingin mendapat informasi langsung di posko Gugus,” ujar Bupati. [miki/loy]