
JAYAPURA, PapuSatu.com — Drama politik Papua akhirnya mencapai babak final. Dalam Rapat Paripurna yang digelar Senin malam (22/9/2025), DPR Papua secara resmi mengumumkan pasangan Matius D. Fakhiri dan Aryoko Rumaropen sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih periode 2025–2030.
Keputusan ini berdasarkan hasil penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, usai pemungutan suara ulang (PSU) yang diperintahkan Mahkamah Konstitusi akibat sengketa Pilgub 2024.
Pasangan nomor urut 2, yang dipanggil akrab “Mari-Yo”, berhasil mengunci kemenangan dengan raihan 259.817 suara atau 50,4% dari total suara sah. Hasil ini tertuang dalam Keputusan KPU Papua Nomor 738 Tahun 2025, yang disampaikan langsung oleh Sekretaris DPR Papua, Dr. Juliana J. Waromi.
Rapat paripurna DPR Papua yang berlangsung di ruang sidang dipimpin oleh Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, ST., MT, didampingi wakil ketua I, Herlin Beatrix Monim, Wakil Ketua III Supriadi Laling serta dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur terpilih Aryoko Rumaropen, Ketua KPU Papua Diana Simbiak, serta jajaran Forkopimda dan relawan “Mari-Yo”.
Ketua DPR Papua dalam sambutannya menegaskan meski proses pemilihan sempat diwarnai gugatan, namun tetap berlangsung terbuka, jujur, dan adil, dengan PSU sebagai koreksi sistemik.
Denny Bonai menegaskan, usai pengumuman ini, DPR Papua akan segera menyampaikan usulan pengesahan dan pengangkatan pasangan terpilih ke Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri, sebagaimana diatur dalam UU No. 10 Tahun 2016 dan Surat Edaran Mendagri No. 100.2.4.3/4378/SJ.
Kendati demikian, Denny Bonai mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mengakhiri perbedaan politik dan bersama-sama membangun tanah Papua.
Iapun menyampaikan bahwa kemenangan terhadap pasangan ini bukan hanya satu kelompok, tapi kemenangan seluruh rakyat Papua, sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk bersatu dan bekerja demi membangun Papua yang lebih baik.
Dengan pengumuman ini, Matius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen resmi menyandang status Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih 2025–2030, dan tinggal menunggu pelantikan resmi yang akan menandai dimulainya era kepemimpinan baru di Bumi Cenderawasih.
Sementara itu, Wakil Gubernur terpilih, Aryoko Rumaropen, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Papua.
”Kamimengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pencalonan hingga pengesahan, termasuk keluarga besar, partai politik pendukung, relawan, dan simpatisan dari seluruh 7 wilayah adat, 8 kabupaten, dan 1 kota di Provinsi Papua, ” ujarnya.
” Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih baik secara pribadi maupun atas nama keluarga, saya bersama dengan pasangan saya, Bapak Matius Fakhiri selaku Gubernur terpilih mengucapkan syukur dan puji Tuhan atas segala kebaikan-Nya, ” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Aryoko bahwa proses pemilihan yang panjang ini akhirnya membawa kami pasangan Mari-Yo pada pengesahan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.
Langkah selanjutnya, sambung Aryoko, proses pemberkasan yang akan diajukan oleh DPR Papua dan Pemerintah Provinsi Papua ke Kementerian Dalam Negeri. “Pelantikan akan dilakukan di Ibu Kota Negara setelah keluarnya Keputusan Presiden (Keppres), ” ujarnya.
”Kita terus berdoa agar seluruh proses ini berjalan lancar, sambil menyesuaikan dengan agenda kenegaraan, termasuk jadwal kunjungan luar negeri Presiden. Kami berharap masyarakat tetap bersabar dan menjaga situasi kondusif pasca pengesahan ini,” tambah Aryoko.
Pada kesempatan ini, Aryoko menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Papua yang telah mempercayakan kepemimpinan kepada mereka.
”Terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Papua yang telah memilih dan mempercayakan kami. Kiranya Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya. [loy]










