
JAYAPURA, PapuaSatu.com — Sebanyak 15 mahasiswa program Magister (S2) penerima Beasiswa Puncak Cerdas resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.
Pelepasan ini dilaksanakan dalam rangkaian Ibadah Syukur dan Acara Pelepasan Mahasiswa S2 Beasiswa Puncak Cerdas binaan Papua Language Institute (PLI), di Hotel Horison Padang Bulan, Abepura, Rabu (26/8/26).
Program Beasiswa Puncak Cerdas terlaksana melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua yang berasal dari daerah Puncak.
Sebagai bagian dari program tersebut, Papua Language Institute melaksanakan pembinaan mahasiswa sejak 11 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2026.

Pembinaan dirancang dalam tiga pilar utama yang saling melengkapi.
Yang pertama adalah pembinaan karakter, untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki disiplin, integritas, tanggung jawab, ketekunan, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial yang baru.
Kedua, pelatihan bahasa, agar mahasiswa mendapatkan pelatihan bahasa yang disesuaikan dengan kebutuhan studi dan negara tujuan, meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Rusia, dan Bahasa Rumania.
Dan ketiga adalah berupa pelatihan kemampuan dasar dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), khususnya matematika dan komputer, untuk memperkuat kesiapan akademik dan keterampilan teknologi.
Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi pembinaan PLI untuk mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kompetensi yang diperlukan untuk belajar dan beradaptasi di lingkungan pendidikan nasional maupun internasional.
Salah satu capaian penting dari perjalanan 15 mahasiswa S2 ini adalah keberhasilan sejumlah mahasiswa memperoleh beasiswa dari pemerintah negara tujuan dan program beasiswa nasional Indonesia.
Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi akademik bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan pembiayaan program Beasiswa Puncak Cerdas.

Keempat mahasiswa yang melanjutkan studi ke Rusia berhasil memperoleh Beasiswa Pendidikan Rusia.
Dengan beasiswa tersebut, biaya pendidikan keempat mahasiswa ditanggung melalui beasiswa, sehingga mereka mendapatkan pendidikan secara gratis. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Puncak akan menanggung biaya hidup mahasiswa setiap bulan selama masa studi sesuai dengan ketentuan dan dukungan program.
Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting karena pembiayaan pendidikan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Puncak.
Keempat mahasiswa penerima beasiswa pendidikan Rusia adalah Linggenus Tabuni, Nipson Murib, Tenik Wenda dan Yehuda Alom.
Prestasi lainnya diraih oleh Nasen Ginibak, salah satu dari dua mahasiswa yang melanjutkan studi ke Rumania.
Nasen berhasil memperoleh beasiswa Pemerintah Rumania setelah mengikuti proses seleksi yang diikuti sekitar 88.000 mahasiswa dari seluruh dunia.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan, mengingat proses seleksi melibatkan peserta dari berbagai negara. Prestasi Nasen menunjukkan bahwa mahasiswa binaan Beasiswa Puncak Cerdas memiliki kemampuan untuk bersaing dalam skala internasional.
Dengan diperolehnya beasiswa tersebut, biaya Pendidikan menjadi gratis dan biaya hidup Nasen tidak sepenuhnya menjadi beban Pemerintah Kabupaten Puncak.
Prestasi berikutnya diraih oleh Tenus Wonda, yang berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa LPDP dan akan melanjutkan studi di Selandia Baru.
Melalui Beasiswa LPDP, keseluruhan biaya pendidikan dan komponen pembiayaan yang ditanggung program LPDP menjadi tanggungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan beasiswa.
Keberhasilan Tenus Wonda menjadi bukti bahwa mahasiswa asal Kabupaten Puncak juga mampu menembus salah satu program beasiswa bergengsi di Indonesia dan melanjutkan pendidikan di tingkat internasional.
Capaian Beasiswa Menjadi Efisiensi Pembiayaan Daerah
Keberhasilan mahasiswa memperoleh beasiswa eksternal tersebut memberikan dampak positif terhadap program Beasiswa Puncak Cerdas.
Dengan adanya dukungan pembiayaan dari Pemerintah Rusia, Pemerintah Rumania, dan LPDP Kementerian Keuangan RI, sebagian komponen biaya pendidikan mahasiswa tidak lagi sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Puncak.
Hal ini membantu meringankan beban Pemerintah Daerah Puncak, sekaligus menunjukkan bahwa investasi pemerintah daerah dalam pembinaan mahasiswa dapat menghasilkan efek berkelanjutan.
Program pembinaan yang dilakukan PLI tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk diterima di perguruan tinggi, tetapi juga mendorong mereka untuk mampu berkompetisi mendapatkan beasiswa dan pendanaan pendidikan dari sumber-sumber lain.
Dengan demikian, keberhasilan mahasiswa memperoleh beasiswa dapat dipandang sebagai salah satu indikator keberhasilan pembinaan, sekaligus sebagai strategi untuk memperluas akses pendidikan tinggi tanpa menambah seluruh beban pembiayaan pada pemerintah daerah.
Dalam acara tersebut, sebanyak 15 mahasiswa S2 secara resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan.
Sebanyak 11 mahasiswa akan melanjutkan studi ke luar negeri, sedangkan 4 mahasiswa akan melanjutkan pendidikan di dalam negeri.
Yang mana. Ada tiga mahasiswa ke Rumania atas nama Nasen Ginibak Nelhol Magai, ke Rusia atas nama Linggenus Tabuni, Nipson Murib, Tenik Wenda dan Yehuda Alom, satu mahasiswa beasiswa ke Amerika Serikat atas nama Freddy Wakerkwa.
Berikutnya adalah dua mahasiswa yang melanjutkan studi ke Inggris, yakni atas nama Melkiana Wakerkwa dan Merlin Wakerkwa.
Dan yang dua mahasisa lagi melanjutkan studi ke Selandia Baru, masing-masing atas nama Ika Murib dan Tenus Wonda yang memperoleh beasiswa darai LPDP Awardee.
Selain itu juga ada 4 mahasiswa mendapat beasiswa untuk studi di perguruan tinggi salam negeri, yaitu di STT Walter Post Sentani atas nama Abed Telenggen, ke Universitas Cenderawasih atas nama Guripa Telenggen dan Sepinus Wakerkwa. Dan satu mahasiswa ke Universitas Hasanuddin Makassar atas nama Kambinus Wanimbo
Keberangkatan tersebut menjadi sebuah pencapaian penting bagi Program Beasiswa Puncak Cerdas.
Para mahasiswa tidak hanya membawa harapan pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Puncak dan Papua dalam perjalanan pendidikan mereka.
Pada acsra ibadah Syukur dan Pelepasan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Puncak, Elvis Tabuni, S.E., M.M., Ketua DPRK Kabupaten Puncak, Thomas Tabuni, S.I.P., dan Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, S.Sos., dan Ketua dan Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua, Samuel Tabuni, M.Si., MAJEd, yang memberikan sambutan dalam mendukung program pengembangan sumber daya manusia ini.
Juga dihadiri Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th., yang menyampaikan renungan Firman Tuhan;
Tampak juga Ketua Harian Yayasan Maga, Yoob Ginia, S.H., Rektor Universitas Internasional Papua, Dr. Izak Morin, MA, yang memaparkan laporan; Wakil Rektor II Universitas Internasional Papua, Dr. Korinus Waimbo, M.Sc., yang memaparkan laporan; Direktur Papua Language Institute, Dolvinus Womsiwor, bersama tim pengajar PLI, Mahasiswa S2 Papua Language Institute; Orang tua mahasiswa S2; Mahasiswa S1 Universitas Internasional Papua; dan Para tamu undangan lainnya.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia Papua.
Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Puncak, Elvis Tabuni, S.E., M.M., menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Beasiswa Puncak Cerdas dan kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
Pendidikan tinggi diharapkan menjadi salah satu jalan bagi generasi muda Kabupaten Puncak untuk meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan diri mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Para mahasiswa yang dilepas juga diharapkan dapat menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik daerah dan keluarga, serta menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua dan Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua, Samuel Tabuni, M.Si., MAJEd, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun sumber daya manusia melalui investasi pendidikan yang berkelanjutan.
Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua menjadi wujud nyata dari komitmen untuk membuka kesempatan pendidikan bagi generasi muda Papua asal Puncak.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kompetensi, karakter, dan semangat pengabdian untuk berkontribusi bagi daerah asalnya.
Dalam pemaparan laporan program, Direktur Papua Language Institute, Dolvinus Womsiwor, bersama tim pengajar PLI, menjelaskan bahwa proses pembinaan yang berlangsung selama periode 11 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2026.
Program pembinaan PLI berfokus pada tiga aspek utama: karakter, bahasa, dan STEM.
Pembinaan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan program. Mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki integritas, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari dirinya.
Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th. saat menyampaikan renungan Firman Tuhan sebagai penguatan spiritual bagi para mahasiswa sebelum memulai perjalanan akademik mereka.
Pelepasan ini bukan hanya sebuah seremoni keberangkatan, tetapi juga menjadi momentum pengutusan. Para mahasiswa diharapkan menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab, menjaga iman dan karakter, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.[redaksi]










