
JAYAPURA, PapuaSatu.com — Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 resmi dibuka di Mall Jayapura pada Jumat (28/8/2026).
Menariknya, GSTF tahun ini dilaksanakan secara serentak di tujuh kota di seluruh Indonesia.
General Manager (GM) Garuda Indonesia Area Jayapura, Innu Alkautsar, mengungkapkan bahwa sistem pelaksanaan GATF 2026 mengalami perubahan besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kini, masyarakat Papua tidak perlu lagi khawatir kehabisan tiket akibat kalah cepat dengan kota lain.
“Perbedaannya tahun ini kita berbarengan, jadi tiket yang dibeli itu sudah tidak rebutan lagi. Kalau sebelumnya kan Jakarta duluan, tapi sekarang kita semua serempak di Jakarta, Surabaya, Medan, Bali, Makassar, Palembang, dan Jayapura,” ujar Innu saat ditemui wartawan usai pembukaan GATF di Mall Jayapura, Jumat (28/8/2026).
Menariknya, karena perbedaan zona waktu Waktu Indonesia Timur (WIT) yang dua jam lebih awal dari Jakarta, Jayapura mencatatkan diri sebagai kota pertama yang membuka gelaran akbar ini secara nasional.
Di tengah lonjakan harga tiket pesawat yang sedang tinggi, GATF 2026 hadir memberikan solusi harga yang sangat miring.
Untuk rute domestik, tiket satu arah (one way) Jayapura-Jakarta net dibuka mulai dari harga Rp3,8 jutaan, sementara rute Jayapura-Bali dibanderol mulai Rp2,4 jutaan.
Tidak hanya rute domestik, Garuda Indonesia juga menawarkan tiket perjalanan pulang-pergi (PP) ke luar negeri dengan harga fantastis.
Rute Kuala Lumpur ditawarkan di angka Rp10 jutaan, Singapura Rp12 jutaan, Melbourne Rp15 jutaan, hingga Amsterdam seharga Rp20 jutaan.
Terkait paket umroh, Innu menjelaskan paket tersebut hanya tersedia untuk kota Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Namun, pihak Garuda Indonesia Area Jayapura tetap siap memfasilitasi pembelian tiket penerbangannya saja (ticket only).
Kesuksesan GATF 2026 ini tidak lepas dari dukungan penuh Bank Mandiri selaku mitra bank.

Pemegang kartu kredit Bank Mandiri berkesempatan mendapatkan total cashback hingga Rp7 juta. Meski demikian, promo ini tetap bisa dinikmati oleh seluruh nasabah.
“Bukan berarti masyarakat Papua tidak bisa beli kalau tidak punya kartu kredit Bank Mandiri. Pembelian tetap bisa menggunakan semua produk yang dimiliki oleh Bank Mandiri,” pungkas Innu.
Dukungan penuh Bank Mandiri ini ditegaskan langsung oleh Regional CEO Bank Mandiri Region XII Papua, Antonius Budi Setiawan.
Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan memberikan nilai tambah dan membangun rasa optimisme masyarakat di tengah kondisi ekonomi dan tantangan naiknya harga tiket pesawat.
“Masyarakat masih bisa membeli tiket untuk kepentingan bisnis, keluarga, liburan, wisata, maupun kunjungan rohani melalui program promo yang kami berikan. Ini bentuk apresiasi kami kepada nasabah dan masyarakat,” kata Antonius.
Antonius juga mengaku terkejut melihat antusiasme masyarakat Papua yang luar biasa sejak hari pertama.

Bahkan, pada sesi pre-sale yang digelar khusus untuk nasabah sehari sebelum pembukaan, wilayah Papua mencatatkan angka penjualan yang fantastis hingga menembus miliaran rupiah.
“Update terbaru mencapai Rp1,7 miliar pas waktu pre-sale kemarin. Dan itu sepertinya nomor satu secara nasional,” ungkapnya.
Pencapaian ini, menurut Antonius, membuktikan bahwa roda ekonomi di tanah Papua berjalan dengan sangat baik dan tidak boleh dipandang sebelah mata.
Ia memprediksi jumlah pengunjung akan semakin membludak pada hari Sabtu dan Minggu seiring dengan hari libur akhir pekan.
“Ini memberikan warna bahwa Papua tidak dilihat sebelah mata. Kita buktikan bahwa mendapatkan tiket yang murah itu sangat bisa. Bank Mandiri siap berkolaborasi terus dengan Garuda untuk memberikan warna-warna seperti ini ke depannya,” pungkas Antonius.[yat]










