Wakili Presiden Buka Rapimnas II di Sorong, Bahlil : Pemuda Katolik Harus Jadi Garda Terdepan

106

SORONG, PapuaSatu.com – Menteri Investasi Republik Indonesia (RI), Bahlil Lahadalia mewakili Presiden Joko Widodo menghadiri dan menbuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Pemuda Katolik di Ballroom Aimas Convention Centre (ACC), Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (05/07/2024).

Hadir juga, Pj Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa’ad, Deputi I Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof. HM Asrorun Sholeh, Dirjen Binmas Katolik Kementerian Agama, Sutarman, Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, perwakilan bupati dan walikota se- Provinsi Papua Barat Daya, organisasi masyarakat (Ormas), organisasi pemuda, dan para mahasiswa dan siswa dari berbagai perwakilan yang ada di Kabupaten dan Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Bahlil mengatakan, Pemuda Katolik selama ini telah berkontribusi bagi pelayanan umat dan pembangunan bangsa dan negara.

“Tidak diragukan lagi kontribusinya Pemuda Katolik terhadap pelayanan umat dan kontribusi terhadap negara,”katanya.

Bahlil mengajak, Pemuda Katolik untuk bersama-sama ikut membangun dan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya Pemuda Katolik di seluruh Indonesia.

“Saya berharap, Pemuda Katolik bisa memanfaatkan forum ini untuk meningkatkan kualitas kader Pemuda Katolik,”harapnya.

“Pemuda Katolik harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, kesatuan dan toleransi di Indonesia,”tutupnya.

Senada Pj Gubernur Papua, Muhammad Musa’ad mengatakan, kegiatan Rapimnas Pemuda Katolik di Provinsi Papua Barat Daya, sebagai bagian dari memberikan pesan dan kesan bagi setiap kader Pemuda Katolik yang datang dari luar tanah Papua.

Menurutnya, Rapimnas II Pemuda Katolik ini sebagai sarana menunjukkan situasi dan kondisi di Papua kepada orang luar, terutama kader Pemuda Katolik yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami mengajak seluruh kader Pemuda Katolik yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, agar ketika pulang ke daerah asalnya biasa menyuarakan tentang Provinsi Papua Barat Daya aman dan kondusif,”ajaknya.

Musa,ad berharap, kegiatan Rapimnas II Pemuda Katolik ini memberikan stimulus dan inspirasi bagi anak-anak muda yang ada di Papua Barat Daya.

“Kami siap bersinergi dengan Pemuda Katolik dan Pemuda lainnya dalam kelembagaan, guna bersama-sama mengupayakan percepatan pembangunan di tanah Papua,”ujarnya.

Di tempat yang sama, Deputi I, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof. Asrorun Sholeh mengajak, Pemuda Katolik dari Sabang sampai Merauke mensolidkan keberagaman.

“Dengan Rapimnas ini, Pemuda Katolik melihat soliditas, guna membangun pemuda di Indonesia,”katanya.

Asrorun berharap, berharap Pemuda Katolik membangun soliditas dan solidaritas, guna membangun lingkaran kecil antara Pemuda Katolik uang kuat dan bersama-sama membangun lingkaran besar antara sesama pemuda di Indonesia.

Sementara Uskup Keuskupan Manokwari Sorong yang diwakili oleh, Romo Immanuel Tenau menyebutkan bahwa Rapimnas II Pemuda Katolik yang dilaksanakan ini seperti “cahaya dari timur”.

Oleh karena itu, dengan Rapimnas II Pemuda Katolik di Provinsi Papua Barat Daya menunjukkan bahwa kedepan pertemuan nasional, bahkan internasional bisa dilaksanakan di tanah Papua.

“Cahaya dari timur menunjukkan bahwa kita sudah terang lebih dulu dan tidak bisa gelap. Ungkapan ini menjadi makna pertemuan bergengsi di tanah Papua, khususnya Rapimnas II Pemuda Katolik,”ucapnya.

Romo yang akrab disapa Manu ini mengatakan, Rapimnas II ini telah memberikan aura kebaikan, mengalirkan cahaya gereja bersama Pemuda Katolik.

“Menjadi citra rasa yang mengalir dalam Pemuda Katolik. Kita semua bersaudara dari Sabang sampai Merauke. Kita tetap dalam saudara dalam Pemuda Katolik,”katanya.

Ketua PP Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma mengatakan, Rapimnas II Pemuda Katolik adalah forum yang luar biasa, pasca pelaksanaan pemilu tahun 2024.

Dengan Rapimnas ini, maka Pemuda Katolik kembali melakukan komitmen bersama, untuk berkontribusi nyata terhadap pemuda dan masyarakat.

“Pemuda Katolik telah berkomitmen untuk ikhtiar dengan paradigma baru yang sudah ada, tetapi perlu ditingkatkan lagi kedepan,”katanya.

Gusma menjelaskan, dengan semangat paradigma baru, Pemuda Katolik memiliki sejumlah program kerja yang berkolerasi dengan masyarakat melalui digitalisasi, salah satunya aplikasi desa terhubung.

“Aplikasi desa terhubung sangat cocok untuk dipakai dalam mendukung program kerja presiden dan wakil presiden terpilih kedepan,”jelasnya.

Gusma menyatakan, dengan Rapimnas II ini Pemuda Katolik melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama kepengurusan, guna persiapan kongres kedepan.

“Manfaatkan pertemuan ini untuk membangun agenda yang konkrit. Dalam Rapimnas II ini. Dalam Rapimnas ini juga kami akan membahas tentang pemikiran Paus Fransiskus dan kedatangannya pada bulan September 2024 mendatang,”tukasnya.[free]