
JAYAPURA, PapuaSatu.com — Pemerintah Kota Jayapura bekerja sama dengan Perum Bulog Kanwil Papua menyalurkan bantuan cadangan pangan berupa beras bagi warga kurang mampu.
Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., bertempat di Jalaman Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (24/8/2026).
Wali Kota Abisai Rollo mengungkapkan bahwa program pembagian pangan ini menyasar puluhan kelurahan dan kampung.
“Pembagian beras ini dilakukan untuk dibagikan kepada kelurahan/kampung di Kota Jayapura yang berjumlah 39 kelurahan dan kampung di lima distrik untuk wilayah kota,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Dirinya menaruh harapan besar agar logistik ini tepat sasaran dan langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Saya berharap untuk beras ini dibagikan kepada seluruh masyarakat di masing-masing kelurahan dan kampung. Saya harap kepada pak lurah dan kepala kampung untuk pembagiannya itu diberikan kepada yang betul-betul layak untuk menerima,” tegas Abisai Rollo.
Di tempat yang sama, Kepala Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, merincikan bahwa kuota komoditas yang disalurkan diperuntukkan bagi 3.401 keluarga penerima manfaat (KPM).
Pendistribusian tersebut dirapel sekaligus guna memenuhi kebutuhan pangan selama beberapa bulan.
“Tadi sudah disampaikan dan ini kita salurkan untuk alokasi tiga bulan ya, di Juli sampai dengan September. Nah, mudah-mudahan dengan waktu yang singkat ini kita bisa menyalurkan dengan kuantum 1.122 ton lebih. Karena akumulasi tiga bulan, maka setiap penerima manfaat akan menerima total tiga puluh kilogram,” urai Ahmad Mustari.
Ia juga mengimbau warga agar memanfaatkan subsidi ini untuk kebutuhan konsumsi harian keluarga dan melarang keras adanya praktik pemindahtanganan komoditas subsidi.
“Program ini program yang bagus ya. Jadi ketika menerima bantuan ini jangan dijual ya, tapi digunakan dengan baik karena ini program pemerintah,” cetusnya.
Mengenai kelayakan dan mutu beras medium yang disalurkan, pihak Bulog menjamin standar kualitas pangan tersebut telah melalui pengawasan ketat.
“Ya mari kita lihat sama-sama, kita bisa jamin Pak. Kalau memang ada kualitas yang kurang bagus, silakan nanti disampaikan, akan kami ganti,” tukas Ahmad Mustari.
Dikatakan, bahwa pasokan beras ini didatangkan dari lumbung padi nasional di luar pulau demi menjaga stabilitas stok di area regional.
“Ini beras dari Sulawesi dan dari Jawa Timur Pak. Karena wilayah Papua tidak mencukupi untuk kebutuhan, sehingga kita harus datangkan ketersediaan stok dari luar Papua,” pungkasnya.[Yat]










