Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Gelar Rakernis Lantas Tahun 2018

618

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Polda Papua melaksanakan Rakernis Fungsi Lalu Lintas Triwulan pertama tahun 2018 dengan tema Peningkatan Pelayanan, Keamanan dan Keselamatan Guna Mendukung Pengamanan Pilkada Damai Tahun 2018 di Tanah Papua.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rastra Samara tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua,  Brigjen Pol Drs. Yacobus Marjuki dan dihadiri para pejabat utama Mapolda Papua, Narasumber rakernis fungsi lalu lintas Provinsi Papua, para perwira Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), para Kasat Lantas serta para peserta rakernis fungsi lalu lintas

Dalam sambutannya Wakapolda mengatakan, pembangunan dan iptek yang sangat pesat telah mengakibatkan manusia hidup dengan berbagai kemudahan akan tetapi disisi lain terdapat pengaruh yang mengakibatkan pergeseran pola hidup, sehingga mengakibatkan gangguan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa terjadi kecelakaan setiap hari yang mengakibatkan meninggalnya manusia dan kerugian material di Polda Papua dan jajaran.

Terhitung sejak tahun 2017 dari bulan Januari hingga Desember 2017 terjadi 1236 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia (MD) 269 orang Luka berat (LB) 767 orang dan luka ringan sebanyak satu juta orang serta kerugian materil mencapai 16.764.270. 000.

Selain itu permasalahan kemacetan yang timbul dan dirasakan sudah sangat menghambat aktivitas masyarakat. Diungkapkannya penyebab dari kondisi tersebut terjadi karena faktor pengemudi maupun pemakai jalan lainnya, konstruksi jalan yang kurang baik kondisi kendaraan yang kurang memenuhi syarat rambu yang sangat kurang dan sebagainya.

Dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan telah mengamankan empat hal yang harus dilaksanakan yaitu Mengejutkan dan memelihara keamanan keselamatan dan kelancaran berlalu lintas kamseltibcarlantas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

Serta membangun budaya tertib berlalu lintas dan yang terakhir adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik ke 4 poin tersebut memiliki permasalahan yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polri sendiri.

Oleh karena itu Wakapolda menuturkan diperlukan sinergitas antar pemangku kepentingan atau stakeholder di bidang lalu lintas untuk menemukan akar masalah dan mencari solusi pemecahan yang dapat diterima dan dilaksanakan oleh semua pihak.

“Hal ini juga merupakan wujud Grand strategi Polri yaitu Partnership building yang merupakan upaya bersama antara Polri dan masyarakat dalam pemecahan masalah lalu lintas” ujarnya.

Menurutnya lagi yang telah dilaksanakan saat ini merupakan wadah bagi pemangku kepentingan di bidang lalu lintas untuk mensinergikan fungsi dan tugas masing-masing instansi.

Pembina lalu lintas juga harus mencari tahu penyebab dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terjadi, oleh karena itu dalam memecahkan permasalahan lintas diperlukan banyak masukan selain dari instansi Pembina jalan juga diperlukan masukan dari masyarakat sebagaimana diamanatkan pasal 256 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“dalam pasal ini telah dijelaskan bahwa masyarakat juga memiliki hak dan kewajiban dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan sehingga diharapkan dengan kegiatan yang dilaksanakan pada hari akan semakin dioptimalkan” pungkasnya [humas polda/abe]