
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setelah gabungan TNI/Polri melakukan pencarian terhadap beberapa korban yang masih belum ditemukan atas insiden pembantaian yang dilakukan oleh kelompok Sipil Bersenjata dibawah pimpinan Egianus Kogoya, pada 2 Desember 2018, akhirnya membuahkan hasil.
Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, ketiga pekerja selamata tersebut masing-masing YT (50 tahun), DP (34) dan MS (42 tahun). “Tiga orang ini ditemukan saat gabungan TNI/ Polri melaksanakan patroli , Senin 10 Desember 2018 pukul 11.30 Wit,” katanya.
Tim Gabungan tiba di Puskesmas Distrik Yigi personil. Saat itu gabungan TNI/Polri menemukan 3 pekerja pembangunan rumah dari PT. Joy Karya. “Ketiganya kondisi sehat dan sementara masih berada di Pos Yigi untuk diamankan sementara,” ujar Kamal, Selasa (11/12/2018).
Kamal menurutkan, 3 korban selamat masih dilakukan koordinasi apakah akan dilakukan evakuasi ke Timika atau ke Wamena. “Kami masih menunggu perkembangan dilapangan, karena kita tidak bisa prediksi cuaca yang berubah-ubah. Namun yang jlas 3 korban selamat tersebut merupakan karyawan PT. Joy Karya,” paparnya.
Ia menegaskan, sejak peristiwa pemabantaian hingga Selasa tanggal 11 Desember 2018, pekerja yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat sebanyak 25 orang dan korban selamat ini di luar karyawan PT. Istaka Karya.
“Mereka bekerja membangun beberapa bangunan seperti balai desa dan perumahan sosial di beberapa Distrik yang ada di Kabupaten Nduga,” ujarnya.
Kendati demikian, Kamal menambahkan bahwa personel gabungan TNI/Polri akan terus melakukan pencarian para korban pekerja yang berada di beberapa Distrik yang ada di Kabupaten Nduga.
Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Muhammad Aidi menegaskan, upaya pencarian terhadap sisa korban kekerasan Kelompok Separatis di Bukit Puncak Kabo Distrik Yigi, Kab. Nduga Papua pada 2 Desember lalu terus dilanjutkan.
Satgas gabungan TNI – Polri pun ikut melaksanakan patroli pada area yang lebih jauh dalam rangka upaya penyisiran untuk melaksanakan penegakan hukum terhadap pelaku pembantaian karyawan PT. Istaka Karya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa dalam peristiwa naas tersebut terdapat juga sejumlah warga lain selain karyawaan PT.Istaka Karya yang terkena imbas. Diantaranya beberapa pekerja bangunan di Distrik Yigi ikut korban atas insiden tersebut.
Dimana para pekerjaan membangun perumahan dokter, balai desa, gedung sekolah, rumah guru dan lain-lain. Meskipun sampai saat ini belum didapatkan laporan tentang adanya korban pembantaian atau meninggal dunia selain dari karyawan PT. Istaka Karya.
Namun pada, Minggu Minggu 9 Desember 2018 saat melaksanakan Patroli Satuan TNI Kodam XVII/Cenderawasi telah menemukan dan berhasil menyelamatkan 3 orang pekerja yang sedang melaksanaan balai desa Distrik Yigi.
“Ketiga orang ini bertemu di tengah hutan, karena mereka bersembunyi atas insiden yang terjadi., mereka masing-masing Petrus Tondi, Toding Allo, dan Saputra. “Kondisi ketiga pekerja tersebut dalam keadaan sehat dan selamat, untuk posisi saat ini masih diamankan di Pos TNI yang baru saja dibentuk di Distrik Yigi,” tukasnya.
Dari penuturan para korban, mereka mengisahkan bahwa pada tanggal 01 Desember 2018 terjadi penyisiran oleh KKSB ke rumah-rumah warga untuk mencari para pekerja pendatang. “Warga kampung Asli Yigi sempat memberitahu mereka agar segera melarikan diri ke hutan karena mereka akan ditangkap dan dibunuh,” tukasnya. [loy]










